News

Pemprov DKI Jakarta Terjunkan Ribuan Pasukan Orange, Bersihkan Sampah Pascabanjir

Rohman Wibowo 16/01/2026 10:55 WIB

DLH juga memberlakukan pola penanganan khusus selama musim hujan seperti pengaktifan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir.

Pemprov DKI Jakarta Terjunkan Ribuan Pasukan Orange, Bersihkan Sampah Pascabanjir. (Foto: Freepik)

IDXChannelDinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mempersiapkan sebanyak 1.790 Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) atau lebih dikenal sebagai pasukan orange, untuk menangani sampah pascabanjir di sejumlah wilayah. 
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan bahwa kesiapan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia, sarana dan prasarana menjadi kunci utama dalam penanganan sampah saat banjir. 

Terlebih, curah hujan tinggi berpotensi berlanjut sampai Februari 2025.

“Fokus kami adalah memastikan sampah tidak menumpuk, saluran air tetap berfungsi optimal, serta lingkungan warga terdampak banjir dapat segera dibersihkan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (16/1/2026).

DLH DKI menyediakan berbagai sarana dan prasarana, antara lain 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, serta 25 bus toilet dan 48 toilet portabel. 

Ditambah, ada ribuan peralatan kerja, seperti 1.369 cangkrang atau garpu penggaruk sampah, 1.235 cangkul, 1.329 sapu, serta 7.836 karung atau plastik sampah.

“Seluruh personel dan armada kami sebar di 25 lokasi rawan banjir untuk mempercepat penanganan sampah sekaligus menjaga fungsi drainase kota tetap berjalan dengan baik,” ujar Asep.

Lebih lanjut, kata Asep, DLH pun memberlakukan pola penanganan khusus selama musim hujan seperti pengaktifan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir dengan mengoptimalkan 29 unit saringan sampah otomatis. 

Asep mengatakan personel lapangan turut dilengkapi dengan perlengkapan pendukung, seperti kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portabel. 

“Melalui sistem siaga ini, kami berupaya mencegah sampah menyumbat saluran air serta menjaga kelancaran aliran sungai, sehingga dampak banjir dapat ditekan secara efektif. Harapannya, warga dapat segera kembali beraktivitas di lingkungan yang aman dan bersih,” ujar dia.


(Nadya Kurnia)

SHARE