Pendapatan Minyak Rusia Tembus Rp13 Triliun per Hari Berkat Perang Iran
Rusia meraup setidaknya USD760 juta atau sekitar Rp13 triliun per hari karena perang di Iran mendorong peningkatan permintaan.
IDXChannel - Rusia meraup setidaknya USD760 juta atau sekitar Rp13 triliun per hari karena perang di Iran mendorong peningkatan permintaan terhadap minyak dan gas dari Rusia.
Menurut Institut Sekolah Ekonomi Kyiv, penjualan minyak dan gas Kremlin akan berlipat ganda dari sekitar USD12 miliar menjadi hampir USD24 miliar bulan ini.
Bahkan jika perang berakhir dalam beberapa minggu ke depan, pendapatan minyak dan gas Rusia diperkirakan akan melonjak menjadi USD218,5 miliar tahun ini, 63 persen lebih banyak daripada jika tidak ada gangguan pada pasokan energi Timur Tengah.
Jika perang berlanjut selama enam bulan, pendapatan ekspor minyak dan gas tahunan Rusia dapat melonjak menjadi USD386,5 miliar, 188 persen lebih banyak daripada proyeksi sebelum konflik dimulai.
Dalam pertemuan kabinet mengenai isu-isu ekonomi pada awal pekan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa perusahaan minyak dan gas harus menggunakan keuntungan tak terduga dari perang di Iran untuk melunasi utang mereka.
“Perusahaan minyak dan gas Rusia harus mempertimbangkan untuk menggunakan pendapatan tambahan dari kenaikan harga hidrokarbon global untuk mengurangi beban utang mereka dan melunasi utang mereka kepada bank-bank domestik. Ini akan menjadi keputusan yang bijaksana,” katanya, dilansir dari The Telegraph pada Jumat (27/3/2026).
Kekacauan pasar energi global yang dipicu oleh blokade Iran terhadap Selat Hormuz menjadi semakin menguntungkan bagi Putin karena keputusan Trump untuk sementara waktu mencabut sanksi terhadap minyak Rusia.
Pencabutan tersebut berarti bahwa Putin sekarang dapat menjual minyaknya dengan harga pasar terbuka karena risiko sanksi telah hilang. (Wahyu Dwi Anggoro)