News

Penerima MBG Bakal Diperluas hingga Lansia dan Penyandang Disabilitas

Binti Mufarida 26/02/2026 13:42 WIB

BGN bersama Kemensos tengah mematangkan rencana untuk memperluas jangkauan penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada lansia dan penyandang disabilitas.

BGN bersama Kemensos tengah mematangkan rencana untuk memperluas jangkauan penerima MBG kepada lansia dan penyandang disabilitas. (Foto: Dok. Kemensos)

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mematangkan rencana untuk memperluas jangkauan penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan, dirinya telah bertemu dengan Kapal BGN, Dadan Hindayana untuk membahas perluasan penerima MBG di luar siswa, balita, dan ibu hamil.

"Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya,” ujar Gus Ipul di Kantor BGN, Jakarta, dikutip Kamis (26/2/2026).

Program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas ini merupakan kelanjutan dari program permakanan yang selama ini telah dijalankan Kemensos. Sebelumnya, program bantuan makanan siap santap bagi lansia dan penyandang disabilitas telah disalurkan melalui para pendamping sosial dan kelompok masyarakat (pokmas) di daerah. 

Ke depan, program ini akan dipadukan dengan MBG secara nasional agar cakupannya lebih luas dan standar gizinya lebih terukur.

Gus Ipul menjelaskan, penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang tersebar di daerah. Sementara pendataan penerima manfaat tetap dilakukan melalui mekanisme layanan sosial Kemensos yang sudah berjalan.

“Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver,” ujarnya. 

Sasaran program ini adalah lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1-5. Diprioritaskan bagi lansia rentan serta penyandang disabilitas berat yang memiliki keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari, sehingga memerlukan dukungan pemenuhan gizi secara langsung.

“Terima kasih Prof Dadan, selama ini telah membimbing kami untuk menyusun satu konsep, sehingga ini sudah terintegrasi dengan MBG secara menyeluruh,” kata Gus Ipul. 

Kepala BGN, Dadan Hindayana menilai, sinergi antara MBG dan program permakanan Kemensos akan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan, terutama karena jaringan SPPG sudah tersedia di berbagai wilayah di Indonesia.

“Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 kilometer,” ujar Dadan.

Dia menambahkan, skema pembagian peran antara BGN dan Kemensos membuat proses penyediaan hingga distribusi makanan dapat berjalan lebih efektif.

“Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya,” kata Dadan.

>

(Rahmat Fiansyah)

SHARE