News

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 181,61 Juta Orang di Paruh Pertama 2026

Yuwantoro Winduajie 11/07/2026 19:07 WIB

Di wilayah Jabodetabek, KAI Commuter melayani 181.612.400 pengguna atau meningkat 7,02 persen.

Penumpang KRL Jabodetabek Tembus 181,61 Juta Orang di Paruh Pertama 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Kereta Commuter Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang semester I-2026. Di wilayah Jabodetabek, KAI Commuter melayani 181.612.400 pengguna atau meningkat 7,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 169.701.778 pengguna.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, capaian tersebut menunjukkan transportasi berbasis rel telah menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Menurut dia, tren peningkatan pengguna didukung konektivitas wilayah, aktivitas ekonomi, serta layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi.

Dia menilai peningkatan jumlah pengguna Commuter Line di Jabodetabek mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik untuk mobilitas perkotaan, perjalanan harian, hingga akses bandara dan antarkota.

“Sepanjang semester I-2026, KAI Commuter di Area Jabodetabek dan sekitarnya melayani lebih dari 181,6 juta pengguna. Angka ini menunjukkan terus Commuter Line semakin dipercaya masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi,” ujar Sidi dalam keterangannya, dikutip Sabtu (11/6/2026).

Peningkatan juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Jabodetabek yang mencapai lebih dari 178 juta pengguna pada semester I-2026 atau naik 6,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 166,4 juta pengguna.

Selain itu, volume pengguna Commuter Line Merak meningkat 9,4 persen dengan total 2,41 juta pengguna selama Januari hingga Juni 2026.

Kinerja positif juga dicatatkan Commuter Line Basoetta. Pada semester I-2026, layanan tersebut melayani lebih dari 1,19 juta pengguna atau meningkat 12,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Purnomo, pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta maupun melakukan perjalanan harian ke pusat kota.

“Dengan akses yang mudah dan terhubung ke pusat kota, layanan Commuter Line Basoetta ini juga kerap dipilih sebagai alternatif masyarakat untuk menuju pusat kota hingga perjalanan lanjutan dengan antar moda,” Purnomo menjelaskan.

Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, semester I-2026 juga diwarnai sejumlah pengembangan layanan. KAI Commuter mulai mengoperasikan Stasiun Jatake di lintas Rangkasbitung dan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di lintas Tanjung Priok pada akhir Januari dan Juni 2026.

“KAI Commuter mengoperasikan Stasiun Jatake di lintas Rangkasbitung dan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di lintas Tanjung Priok pada akhir Januari dan Juni 2026. Layanan ini membuka akses masyarakat dari kawasan pemukiman dan pusat kegiatan masyarakat dalam menggunakan Commuter Line Jabodetabek,” ujar Karina.

Pada semester I-2026, KAI Commuter juga memperkuat layanan yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung-Merak melayani 26.074 pengguna sepanjang Januari hingga Juni 2026. Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, layanan tersebut telah dimanfaatkan 30.189 pengguna yang berasal dari kalangan petani dan pedagang.

Di sisi transaksi pembayaran, Kartu Multi Trip (KMT) masih menjadi pilihan utama pengguna Commuter Line Jabodetabek. Sebanyak 46,30 persen dari seluruh transaksi pembayaran atau lebih dari 82,42 juta transaksi menggunakan KMT. Angka tersebut diikuti transaksi menggunakan kartu bank yang mencapai 44,85 persen atau sekitar 79,83 juta transaksi.

Seiring peningkatan layanan, pembayaran tiket Commuter Line Jabodetabek juga dapat dilakukan menggunakan kode QR dan Qristap. Hingga semester I-2026, metode pembayaran tersebut mencatatkan 15,7 juta transaksi atau setara 8,82 persen dari total transaksi.

Karina menyampaikan apresiasi kepada para pengguna yang menjadikan Commuter Line sebagai pilihan utama transportasi publik. Dia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan para pemangku kepentingan terhadap layanan KAI Commuter.

“Terima kasih kepada seluruh pengguna. Pemerintah dan seluruh stakeholders yang telah menjadikan kereta api sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari,” katanya.

(Dhera Arizona)

SHARE