PM Jepang Sanae Takaichi Janji Mundur Jika Kalah Pemilu
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berjanji untuk mengundurkan diri jika koalisi pemerintahannya gagal mengamankan posisi mayoritas di parlemen dalam pemilu.
IDXChannel - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berjanji untuk mengundurkan diri jika koalisi pemerintahannya gagal mengamankan posisi mayoritas di parlemen dalam pemilu bulan depan.
Dilansir dari Nippon pada Selasa (27/1/2026), Jepang akan menggelar pemilu pada 8 Februari, dua setengah tahun lebih awal, setelah parlemen dibubarkan pekan lalu.
Berbicara dalam debat pemimpin partai yang diadakan sebelum periode kampanye dimulai, Takaichi mengatakan bahwa kekalahan dalam pemilu akan membuatnya tidak dapat melanjutkan jabatan sebagai perdana menteri.
Ketika didesak untuk mengklarifikasi apa yang dimaksudnya dengan kekalahan, Takaichi mengatakan ia akan mengundurukan diri jika koalisi pemerintahannya gagal memenangkan lebih dari setengah kursi di majelis rendah.
Koalisi pemerintahan Takaichi terdiri dari Partai Demokratik Liberal (LDP) yang dipimpinnya dan Partai Inovasi Jepang yang lebih kecil.
Takaichi memutuskan untuk menggelar pemilu lebih awal untuk memanfaatkan tingkat popularitasnya yang sedang tinggi. LDP tidak memiliki mayoritas kursi di parlemen sehingga kesulitan untuk meloloskan kebijakannya.
Kampanye resmi dimulai pada Selasa, sehingga periode kampanye hanya akan berjalan selama 16 hari, yang terpendek dalam sejarah. (Wahyu Dwi Anggoro)