IDXChannel - Bank Sentral Jepang (BOJ) menahan suku bunga acuan pada Jumat (23/1/2026), sesuai ekspektasi pasar.
Dilansir dari Euronews, keputusan ini diambil di tengah gejolak pasar obligasi Jepang dan rencana pemilu parlemen bulan depan.
Bulan lalu, bank sentral Jepang menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75 persen, level tertinggi dalam 30 tahun, dalam upaya menormalkan kebijakan fiskal setelah era panjang suku bunga mendekati nol atau negatif.
Keputusan untuk menunda kenaikan suku bunga memungkinkan ekonomi Jepang untuk mencerna kenaikan suku bunga pada Desember, tetapi hal itu tidak sepenuhnya mengatasi kekhawatiran yang mengguncang pasar global minggu ini, khususnya seputar utang nasional Jepang dan ketidakstabilan politik.
Pekan ini, obligasi Jepang mengalami penurunan tajam, dengan imbal hasil obligasi 40 tahun melampaui angka empat persen untuk pertama kalinya sejak 2007. Imbal hasil obligasi 30 tahun juga mencatat rekor.