News

Prabowo Ajak Semua Pihak untuk Jujur Melihat Kondisi Ekonomi Indonesia

Mei Sada 01/06/2026 11:29 WIB

Prabowo mengatakan hasil pembangunan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.

Prabowo Ajak Semua Pihak untuk Jujur Melihat Kondisi Ekonomi Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)

IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (1/6/2026). Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyinggung soal kondisi perekonomian nasional.

Ia mengajak seluruh pihak untuk jujur melihat kondisi perekonomian nasional. Meski Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi selama beberapa dekade terakhir, menurutnya hasil pembangunan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat.

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali berpijak pada nilai-nilai Pancasila, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan.

“Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” kata Prabowo.

Ia mengakui bahwa ekonomi Indonesia memang terus tumbuh dalam beberapa dasawarsa terakhir. Namun, ia mempertanyakan apakah pertumbuhan tersebut telah dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.

“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi, apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?” ujarnya.

Prabowo kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat realitas yang ada. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari mineral strategis hingga komoditas pertanian.

Indonesia adalah salah satu produsen utama tembaga, timah, emas, logam tanah jarang, nikel, batu bara, hingga kelapa sawit yang menjadi kebutuhan berbagai industri global. Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung capaian swasembada pangan yang dinilainya menjadi modal penting di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.

Namun, Presiden menilai selama bertahun-tahun nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat. Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun ekonomi yang berpihak kepada kepentingan nasional dan rakyat banyak.

“Namun, kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri,” tegas Prabowo.

Prabowo mencontohkan, petani harus mendapatkan pupuk dengan harga yang tepat dan tersedia tepat waktu, nelayan memperoleh akses pasar yang adil, serta pekerja mendapatkan penghidupan yang layak.

Ia juga menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan segelintir kelompok.

“Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu. Ekonomi kita tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja,” katanya.

(Nadya Kurnia)

SHARE