IDXChannel - Istana menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto hanya melakukan kunjungan kerja ke Paris, Prancis selama empat hari (26-29 Mei 2026). Pernyataan tersebut sekaligus menepis kabar bahwa Prabowo ditolak masuk ke Italia dan sejumlah negara Eropa lainnya.
“Sejak awal, tidak ada statement (pernyataan) pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Yang kedua, jadwal resmi memang hanya ke Prancis. Yang ketiga, bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), M. Qodari di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Qodari juga menyebut kunjungan Prabowo ke Prancis pada bulan ini sudah disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono sebulan sebelumnya. Dengan demikian, agenda pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron sudah direncanakan sejak lama.
“Kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri kita, Pak Sugiono, bahkan semenjak tanggal 22 April 2026,” katanya.
Pada kesempatan ini, Qodari juga mengatakan kunjungan kenegaraan tersebut dilakukan Prabowo sebagai kunjungan balasan Macron yang ke Indonesia pada tahun 2025. Selain itu, sesuai pernyataan Sugiono, Indonesia dan Prancis tengah membahas sejumlah target kerja sama bilateral.