News

Prabowo Sebut Kepala BPKP Gemetar Laporkan Orang Dekatnya Menyelewengkan Uang Rakyat

Riyan Rizki Roshali 16/05/2026 12:00 WIB

Prabowo mengungkapkan sikap Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh yang sempat gemetar ketika melaporkan dugaan penyelewengan para pejabat.

Prabowo Sebut Kepala BPKP Gemetar Laporkan Orang Dekatnya Menyelewengkan Uang Rakyat. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sikap Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh yang sempat gemetar ketika melaporkan dugaan penyelewengan para pejabat.

Mendapat laporan tersebut, Prabowo mengaku sedih karena orang dekatnya justru menyelewengkan uang rakyat. Padahal, ia sudah memberi kehormatan dan jabatan.

“Saya geleng-geleng kepala, sedih saya. Tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng, saya sedih. Orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya beri kehormatan, diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat dia nyeleweng, nyuri uang rakyat. Bagaimana, apa yang harus saya perbuat?” kata Prabowo di acara peresmian Museum Marsinah, Sabtu (16/5/2026).

Kepala BPKP datang ke saya agak gemeter. Heran saya, kenapa dia? stres dia. Karena yang dia laporkan diketahuilah bahwa beberapa orang dekat sama saya gitu. Jadi dia minta petunjuk, apa boleh diteruskan ngga pemeriksaan, karena dia tau ini deket sama presiden,” sambung dia.

Prabowo kemudian tegas memerintahkan Kepala BPKP untuk memproses temuan tersebut. Prabowo menegaskan, tidak ada perlakuan khusus bagi orang yang sudah menyelewengkan uang rakyat, termasuk orang dekatnya.

“Dia lihat saya, masalahnya apa, ‘Gimana pak, petunjuk?. Teruskan pemeriksaan, tidak ada, enggak ada. Mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo dekat sama saya, enggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa. Justru kalau diberi kehormatan harus lebih hati-hati dan dijaga, bukan diberi wewenang, kepercayaan malah merasa adigang, adigung, adiguno merasa di atas dan merasa negara ini bodoh,” tegas dia.

Prabowo mengaku heran masih ada pihak-pihak yang mencoba melakukan pelanggaran. 

“Saya heran hari gini masih ada yang nyoba-nyoba di aparat ya, saya heran. Sekarang ada digital, ada macem-macem sekarang, pasti ketahuan deh,” imbuh dia.

Ia juga mengaku sedih melihat dampak kasus korupsi terhadap keluarga pejabat yang terlibat. Namun, ia menegaskan, memberikan dukungan kepada Kepala BPKP untuk menindaklanjuti setiap temuan yang ada.

“Saya sedih, di ujung puncak karier yang paling saya sedih nanti anak dan istrinya. Tapi saya katakan jamuan saya kepada BPKP, anda boleh tanya beliau Pak Ateh, tanya beliau.  ‘Jadi gimana pak?. Teruskan, tidak ada. Siapapun, begitu menjabat jabatan negara, berarti tanggung jawabnya kepada negara dan rakyat. Sudah enggak ada lagi,” tegas dia.

“Saya katakan, mau partai saya sendiri Gerindra, cek sudah berapa yang diproses dan ditahan. Tidak, justru harus memberi contoh,” kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE