Raksasa Pelayaran Maersk Perintahkan Kapal untuk Hindari Selat Hormuz
Raksasa pelayaran Maersk menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
IDXChannel - Raksasa pelayaran Maersk menghentikan pelayaran melalui Selat Hormuz di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dilansir dari AFP pada Senin (2/3/2026), langkah ini diambil karena alasan keselamatan.
"Kami menangguhkan semua penyeberangan kapal di Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata perusahaan asal Denmark itu dalam sebuah pengumuman.
"Keselamatan awak kapal, kapal, dan kargo pelanggan kami tetap menjadi prioritas utama kami," katanya.
Pengumuman ini dibuat setelah Garda Revolusi Iran menyatakan selat tersebut ditutup.
Media pemerintah di Oman, yang berada di seberang selat, mengatakan bahwa sebuah kapal tanker minyak di lepas pantainya menjadi sasaran serangan dan empat awaknya terluka.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pada Minggu bahwa kapal lain, di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA), juga dekat Selat Hormuz, melaporkan terkena proyektil yang menyebabkan kebakaran.
MSC, perusahaan pelayaran besar lainnya, memerintahkan kapal-kapalnya di Teluk untuk menuju ke area perlindungan aman yang telah ditentukan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Selat Hormuz adalah jalur air strategis yang dilalui hampir seperempat pasokan minyak dunia melalui laut, dan sejumlah besar kargo ke dan dari pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia. (Wahyu Dwi Anggoro)