IDXChannel - Eskalasi konflik di Iran membuat Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan liquefied natural gas (LNG) terhenti.
Melansir Investing, Minggu (1/3/2026) sedikitnya 11 kapal tanker LNG utama menghentikan pelayaran mereka.
Raksasa pelayaran Jepang, Nippon Yusen Kabushiki Kaisha dan Mitsui OSK Lines Ltd, bahkan memerintahkan armadanya untuk menunggu di perairan aman.
Hal ini memicu kekhawatiran terblokirnya sekitar 20 persen pasokan LNG global yang selama ini melintas di selat sempit tersebut.
Tidak seperti minyak mentah, LNG dalam jumlah besar khususnya dari Qatar tidak dapat dengan mudah dialihkan melalui jaringan pipa alternatif.