News

RI-AS Kerja Sama Kelola 17.900 Ton Sampah di Semarang, Makassar, dan Ambon

Wahyu Dwi Anggoro 19/04/2024 20:18 WIB

Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) berhasil menyelesaikan program Clean Cities, Blue Ocean (CCBO) di Indonesia.

RI-AS Kerja Sama Kelola 17.900 Ton Sampah di Semarang, Makassar, dan Ambon. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) berhasil menyelesaikan program Clean Cities, Blue Ocean (CCBO) di Indonesia, yang bertujuan mengatasi polusi plastik di laut dan perkotaan.

Sejak program ini diluncurkan di Indonesia pada Juni 2021, USAID dan para mitra mengelola lebih dari 17.900 metrik ton sampah kota dengan cara yang aman. Mereka juga mencegah lebih dari 7.680 metrik ton plastik (setara dengan lebih dari setengah miliar botol plastik) menyebar ke lingkungan sekitar.

“Kerja sama antara AS, melalui USAID, dengan Pemerintah Indonesia serta Kota Semarang, Makassar, dan Ambon untuk memperkuat pengelolaan sampah dapat menjadikan kota-kota di Indonesia lebih layak huni, menurunkan polusi plastik di laut di Indonesia, dan dan membantu melestarikan keindahan alam Indonesia untuk generasi mendatang,” kata Direktur USAID Jeff Cohen dalam keterangan persnya, Jumat (19/4/2024).

USAID bekerja sama dengan mitra lokal dan juga para ahli internasional untuk menurunkan sampah di kota Semarang, Makassar, dan Ambon, khususnya polusi plastik yang hanyut ke laut. 

Sebagai hasilnya, hampir 3,6 juta orang kini memperoleh manfaat dari layanan dan program pengelolaan sampah yang lebih baik. 

Untuk memperkuat dampak program ini, lebih dari USD3,7 juta atau sekitar Rp60 miliar dalam bentuk investasi publik dan swasta dimanfaatkan untuk memajukan sistem pengelolaan sampah di daerah. 

USAID memberikan hibah lebih dari USD3 juta atau sekitar Rp48 triliun kepada berbagai organisasi lokal untuk melakukan uji coba solusi menghentikan sampah plastik agar tidak hanyut ke laut. 

Organisasi-organisasi tersebut antara lain Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS), Bina Karta Lestari, Million Limbah Ambon, Prevented Ocean Plastic Indonesia, Rebricks, Waste4Change, Yayasan Lestari Mulia, Green Moluccas, dan SystemIQ. (WHY)

SHARE