News

Seribu Pelajar Indonesia Ikuti MVP PNM, Tuturkan Kisah Ibu Lewat Karya Digital

Kurnia Nadya 16/01/2026 16:22 WIB

Madani Visual Parade bukan sebatas ajang viral, melainkan mendorong peserta untuk menyusun cerita. Tema parade kali ini adalah ‘Ibuku Pahlawanku.'

Seribu Pelajar Indonesia Ikuti MVP PNM, Tuturkan Kisah Ibu Lewat Karya Digital. (Foto: PNM)

IDXChannelPermodalan Nasional Madani (PNM) kembali menggelar Madani Visual Parade (MVP) untuk mewadahi kreativitas anak-anak SLTA dengan total hadiah ratusan juta rupiah, lomba ini diikuti 1.000 siswa-siswi dari 86 sekolah di Indonesia. 

Madani Visual Parade bukan sebatas ajang viral, melainkan mendorong peserta untuk menyusun cerita. Tema parade kali ini adalah ‘Ibuku Pahlawanku’ sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh ibu di Indonesia. 

Pada gelaran MVP pertama, kepesertaan lomba terbatas hanya untuk pelajar SMK. Namun pada MVP kedua, lembaga keuangan pelat merah ini memperluas kepesertaan hingga seluruh jenjang SLTA (SMA, SMK, dan MA). 

Salah satu peserta MVP mengaku kompetisi ini membuatnya melihat konten dari sisi yang berbeda. 

“Biasanya kami bikin video supaya viral atau estetik. Tapi lewat MVP, kami belajar bikin konten yang punya makna, kayak refleksi tentang kota kami, tentang ibu kami, tentang hal-hal yang selama ini kami anggap biasa,” ucapnya. 

Pesan ini juga menguat dalam rangkaian kegiatan untuk 10 finalis SLTA terbaik yang berhak mengikuti winner tour selama tiga hari dua malam di Jakarta, mulai dari tur keliling kota, hingga mengikuti Sashiko Workshop. 

Tak hanya itu, para finalis juga mengikuti talkshow bertema ‘Refleksi Kota & Asa Madani’ bersama Iqbal Raisid (Iqbalbalqi), produser Vindes, dan Aco Tenriyagelli (acotenri), sutradara film ‘Suka Duka Tawa untuk Tujuan’, yang mendorong peserta membangun perspektif baru dalam berkarya.

Sekretaris Perusahaan PNM Lalu Dodot Patria menegaskan bahwa MVP bukan sekadar kompetisi, tetapi cara PNM merangkul generasi muda untuk memaknai peran ibu melalui narasi visual yang lebih berdampak. 

“Kami melihat kreativitas anak-anak SLTA hari ini bukan hanya soal teknis pembuatan video, tetapi bagaimana mereka menggunakan konten sebagai cara membaca kondisi, menangkap realitas, dan menyampaikan pesan dengan empati. MVP kami hadirkan sebagai ruang belajar, ruang berekspresi, sekaligus ruang menumbuhkan perspektif,” kata Dodot dalam keterangan resminya. 

PNM memosisikan konten sebagai alat refleksi, sebuah cara untuk menafsirkan kota, kehidupan, dan harapan yang sejalan dengan semangat Asa Madani, yang menggambarkan PNM sebagai institusi yang terus memberi harapan bagi nasabah dan masyarakat Indonesia melalui sentuhan yang ‘madani.’

“PNM memberi sentuhan madani itu, karena kami percaya dari karya-karya ini akan lahir generasi muda yang lebih peka dan berdaya,” tuturnya. 

Seluruh rangkaian winner tour disiapkan secara penuh oleh PNM, termasuk akomodasi tiket pesawat dan hotel sejak kedatangan hingga kepulangan tanpa biaya. 

Langkah ini, menurut PNM, juga menjadi upaya mengenalkan program pemberdayaan lebih dini kepada para siswa yang kelak dapat menjadi bagian dari garda terdepan pemberdaya di lapangan, peran Account Officer (AO).

(Nadya Kurnia)

SHARE