Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Biaya Kunjungan ke Luar Negeri yang Melampaui Anggaran Negara
Seskab Teddy mengungkapkan seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Prabowo yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi.
IDXChannel - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa seluruh kelebihan biaya perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi.
Hal itu disampaikan Teddy menjawab atas masukan yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri oleh Prabowo. Teddy mulanya mengapresiasi masukan yang diberikan Dino.
Menurutnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut sebagai diplomat yang memiliki pandangan cermat dan terstruktur.
"Kemudian berikutnya, karena saya di-mention oleh Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan. Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan," kata Teddy di akun @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026).
Teddy kemudian menjelaskan terkait pembiayaan kunjungan luar negeri Prabowo yang menurutnya kerap menjadi perhatian publik. Dia memastikan, segala kelebihan biaya yang telah ditetapkan oleh negara, itu ditanggung oleh Prabowo sejak awal.
"Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ungkap dia.
Selain itu, Teddy turut menjelaskan masalah jumlah rombongan yang menyertai Prabowo dalam kunjungan luar negeri. Ia menegaskan jumlah delegasi pada masa pemerintahan Prabowo telah dipangkas secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya," katanya.
Pada masa sebelumnya, lanjut Teddy, jumlah rombongan dalam satu kunjungan luar negeri dapat mencapai lebih dari 120 orang. Sedangkan saat ini jumlah tersebut dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.
"Jadi kalau dulu, itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)