News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Turun 6,03 Persen, Ini Program yang Berkontribusi

Yuwantoro Winduajie 22/07/2026 15:34 WIB

Penurunan angka pengangguran terbuka ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan.

Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Turun 6,03 Persen, Ini Program yang Berkontribusi. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) DKI Jakarta mengalami kenaikan menjadi 65,48 persen pada 2026. Secara bersamaan, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 6,03 persen dan jumlah penduduk bekerja mencapai 5,2 juta orang. 

"Pada tahun 2026 tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin year-on-year menjadi 65,48 persen dengan jumlah penduduk bekerja bertambah 62.180 orang menjadi 5,2 juta orang bekerja di Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers APBD DKI Jakarta Kuartal II 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut dia, perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari penurunan tingkat pengangguran terbuka di Jakarta. Pada Februari 2026, TPT tercatat turun 0,15 poin menjadi 6,03 persen.

"Penurunan ini didukung oleh berbagai program peningkatan akses kerja dan pelatihan keterampilan, antara lain pelaksanaan program Padat Karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru di Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan dan Hutan Kota," katanya.

Selain itu, Pemprov DKI juga menjalankan program magang bagi lulusan SMA atau sederajat. Hingga saat ini, program tersebut telah diikuti oleh 1.000 peserta dengan melibatkan 107 perusahaan.

Pramono menambahkan, pelatihan reguler telah diikuti 630 peserta. Sementara melalui program Mobile Training Unit (MTU), pelatihan telah diberikan kepada 2.731 peserta.

Ia menilai peningkatan kesempatan kerja di tengah kondisi ekonomi saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang semakin sehat dan inklusif.

"Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro, tetapi juga menghadirkan peluang kerja dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," ujar Pramono.

Pemprov juga berencana melanjutkan kerja sama penempatan tenaga kerja ke luar negeri, antara lain ke Jepang, Korea, Jerman, dan Arab Saudi. Menurut Pramono, program tersebut memberikan kesempatan sekaligus pengalaman bagi tenaga kerja Jakarta untuk bekerja di luar negeri.

Ia mengakui kemampuan bahasa masih menjadi tantangan bagi sebagian pekerja. Karena itu, Pemprov DKI terus memperkuat pelatihan bahasa sebagai bagian dari persiapan tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke luar negeri.

"Salah satu handicap para pekerja kita adalah hal yang berkaitan dengan bahasa. Dan untuk itu kami lakukan perbaikan," kata Pramono.


(Nadya Kurnia)

SHARE