Trump Berencana Pakai Bom Non-Nuklir Terbesar untuk Serang Iran
Militer Amerika Serikat (AS) mengembangkan rencana serangan terhadap Iran yang mencakup penggunaan bom non-nuklir terbesar.
IDXChannel - Militer Amerika Serikat (AS) mengembangkan rencana serangan terhadap Iran yang mencakup penggunaan bom non-nuklir terbesar.
Dijuluki induk dari segala bom, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) rencananya digunakan untuk menyerang fasilitas nuklir dan energi Iran.
Menurut sejumlah sumber, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini memerintahkan militer AS untuk mempersiapkan serangan baru terhadap Iran.
Dilansir dari CNN pada Kamis (15/10/2026), para sumber mengatakan bahwa serangan baru tersebut dapat dilakukan sebelum atau sesudah pemilu paruh waktu di AS.
AS akan menggelar pemilu paruh waktu pada 3 November. Trump sebelumnya mengatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan itu.
Salah satu sumber mengatakan bahwa rencana serangan terhadap situs nuklir Iran, termasuk fasilitas bawah tanah yang diduga berada di wilayah Pickaxe, secara eksplisit menyebut potensi penggunaan MOAB.
Trump berulang kali mengancam akan menargetkan Pickaxe. Dia menegaskan bahwa mencegah Iran memiliki senjata nuklir merupakan tujuan utama kampanye militer AS-Israel yang dimulai pada Februari.
Namun, efektivitas MOAB untuk menghancurkan fasilitas nuklir yang berada jauh di bawah tanah masih belum pasti.
MOAB dapat menghancurkan area permukaan yang luas, tetapi tidak dirancang untuk menembus jauh ke bawah tanah.
Terlepas dari keterbatasan ini, para pejabat AS dilaporkan mempertimbangkan penggunaan MOAB sebagai bentuk tekanan psikologis. (Wahyu Dwi Anggoro)