Uni Eropa Siapkan Bazoka Dagang untuk Balas Tarif Trump
Presiden Prancis Emmanuel Marcon mendorong Uni Eropa (UE) menggunakan Instrumen Anti-Koersi untuk membalas ancaman tarif terbaru.
IDXChannel - Presiden Prancis Emmanuel Marcon mendorong Uni Eropa (UE) menggunakan Instrumen Anti-Koersi untuk membalas ancaman tarif terbaru dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dijuluki bazoka dagang, Instrumen Anti-Koersi mencakup antara lain tarif, pemblokiran akses ke pasar UE, serta larangan berinvestasi di kawasan tersebut.
Disetujui pada 2023, kebijakan ini bertujuan untuk melindungi UE dari koersi ekonomi negara lain.
“Ia akan berkomunikasi sepanjang hari dengan rekan-rekan Eropanya dan akan meminta, atas nama Prancis, pengaktifan Instrumen Anti-Koersi,” kata Kantor Kepresidenan Prancis, dilansir dari Politico pada Senin (19/1/2025).
Instrumen Anti-Koersi awalnya disiapkan untuk menghadapi koersi ekonomi dari negara yang kerap berseberangan dengan UE seperti Rusia dan China. Namun, kebijakan tersebut kini kemungkinan digunakan untuk salah satu sekutu terdekatnya.
Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara UE. Ke-8 negara itu dianggap menghalangi upaya AS untuk mengambil alih kendali Greenland.
Jila UE tidak juga mendukung AS mengambil Greenland, angka tarif bisa naik menjadi 25 persen pada 1 Juli.
Greenland merupakan pulau Arktik yang memiliki lokasi strategis dan sumber daya alam yang berlimpah. Pulau itu saat ini merupakan wilayah otonom di bawah Denmark. (Wahyu Dwi Anggoro)