WHO Sebut Risiko Penyebaran Virus Nipah dari India Rendah
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko penyebaran virus Nipah yang mematikan dari India ke negara lain relatif rendah.
IDXChannel - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa risiko penyebaran virus Nipah yang mematikan dari India ke negara lain relatif rendah.
Dilansir dari Asia One pada Senin (2/2/2026), WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan setelah dua kasus dilaporkan oleh India.
Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam termasuk di antara negara di Asia yang memperketat pemeriksaan di bandara minggu ini untuk mencegah penyebaran.
"WHO menganggap risiko penyebaran infeksi lebih lanjut dari dua kasus ini rendah," kata badan tersebut kepada Reuters dalam sebuah email.
WHO menambahkan bahwa India memiliki kapasitas untuk menahan wabah semacam itu.
"Belum ada bukti peningkatan penularan dari manusia ke manusia," katanya.
Virus yang dibawa oleh kelelawar buah dan hewan seperti babi ini dapat menyebabkan demam dan peradangan otak. Penyakit ini memiliki tingkat kematian berkisar antara 40 persen hingga 75 persen.
Penyakit ini menyebar ke manusia dari kelelawar yang terinfeksi, atau buah yang terkontaminasi oleh kelelawar tersebut, tetapi penularan dari orang ke orang tidak mudah karena biasanya membutuhkan kontak yang lama dengan mereka yang terinfeksi.
WHO mengklasifikasikan Nipah sebagai patogen prioritas karena kurangnya vaksin atau pengobatan, tingkat kematian yang tinggi, dan kekhawatiran bahwa penyakit ini dapat bermutasi menjadi varian yang lebih mudah menular.
Dua petugas kesehatan yang terinfeksi di Bengal Barat, India pada akhir Desember sedang dirawat di rumah sakit.
India kerap melaporkan kasus virus Nipah yang sporadis. Wabah kali ini adalah yang ketujuh yang didokumentasikan di India dan yang ketiga di Bengal Barat. (Wahyu Dwi Anggoro)