SYARIAH

Indonesia Kirim 230 Ton Bumbu Pasta dan Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji 2026

Febrina Ratna Iskana 03/04/2026 00:37 WIB

Pada pengiriman perdana tahap pertama sebanyak 100 ton bumbu pasta dan makanan RTE diterbangkan ke Arab Saudi.

Indonesia Kirim 230 Ton Bumbu Pasta dan Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indonesia menjadi negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, yakni lebih dari dua ratus ribu jamaah haji per tahun. Selain itu, ada sekitar dua juta jamaah umrah setia tahunnya.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong penggunaan produk nasional untuk jamaah haji Indonesia. Salah satunya yaitu bumbu pasta dan makanan ready to eat (RTE) yang diproduksi di Indonesia.

Untuk mendukung proses pengiriman ini, Pemerintah mendorong sinergi BUMN antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan PT Pos Indonesia untuk berkolaborasi memberikan dukungan logistik haji dengan biaya logistik yang efisien dan kompetitif.

Pada pengiriman perdana tahap pertama sebanyak 100 ton bumbu pasta dan makanan RTE diterbangkan ke Arab Saudi. Pengiriman dilakukan secara bertahap mulai hari ini, 2 April 2026 hingga 6 April 2026.

Tahap berikutnya sebanyak 130 ton sedang dijadwalkan dalam rentang waktu 17 hingga 29 April 2026.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan pengiriman bumbu pasta dan makanan RTE itu merupakan langkah awal dari sinergi Kementerian/Lembaga dan BUMN dalam pengiriman logistik haji yang dimulai pada 2026.

“ke depan lebih dioptimalkan untuk beberapa potensi kolaborasi lainnya seperti pengiriman oleh-oleh haji dan umrah serta pengiriman makanan untuk kebutuhan jamaah umrah sepanjang tahun yang tentunya akan berdampak langsung dalam menahan pelebaran defisit neraca jasa nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam acara Pelepasan Ekspor Bumbu Pasta dan Makanan RTE: Sinergi BUMN dalam Mendukung Ekosistem Logistik Haji 2026 di Tangerang, Kamis (2/4/2026).

Potensi ekonomi lainnya mencakup berbagai layanan seperti perhotelan, transportasi, logistik, konsumsi, dan layanan pendukung lainnya. Dengan begitu, Indonesia diharapkan mampu mengambil posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi tersebut sekaligus memastikan perputaran uang juga terjadi di dalam negeri.

Jaga Devisa Nasional

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi salah satu fokus Pemerintah dalam menjaga keseimbangan devisa nasional, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi arus keluar devisa (cash outflow) dan meningkatkan arus masuk devisa (cash inflow).

Data Neraca Pembayaran Indonesia mencatat defisit neraca jasa pada 2025 mencapai USD19,8 miliar, dengan jasa transportasi sebagai kontributor terbesar. Sebagian dari defisit jasa transportasi tersebut bersumber dari pengeluaran jamaah yang memanfaatkan berbagai layanan logistik dan konsumsi dari penyedia asing.

Semakin besar porsi layanan logistik, konsumsi, dan transportasi haji yang dapat dipenuhi oleh penyedia nasional, semakin besar pula potensi penghematan devisa yang dapat diraih.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi juga menyampaikan bahwa sudah saatnya Kementerian/Lembaga dan BUMN bersanding dan berkolaborasi untuk mendukung terwujudnya ekosistem haji dan umrah yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah, tetapi juga masyarakat Indonesia melalui multiplier effect dalam rantai nilai ekonomi yang terintegrasi.

Penguatan ekosistem logistik haji melalui sinergi Kementerian/Lembaga, BUMN, dan stakeholder lainnya diharapkan juga dapat berlanjut tidak hanya mendukung pelaksanaan haji namun juga pelaksanaan umrah untuk berbagai kebutuhan, baik layanan katering, transportasi, perdagangan, dan layanan pendukung lainnya, termasuk oleh-oleh haji dan umrah bagi jamaah Indonesia dapat melibatkan penyedia layanan jasa Indonesia.

“Kami menindaklanjuti pertemuan antara Menko Perekonomian dengan Wamen Haji agar kita bisa sama-sama melakukan penguatan ekosistem haji untuk bisa lebih memberikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional, dan mulai saat ini ketika bicara haji dan umrah kita tidak hanya bicara aspek ritualnya saja,” kata Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya yakni Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti, Sekretaris Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Cecep Khairul Anwar, Direktur Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Tri Hidayatno, Perwakilan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), serta Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE