SYARIAH

Kemenhaj Matangkan Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026

Kunthi Fahmar Sandy 28/01/2026 06:26 WIB

Menhaj merespons dinamika lapangan dengan menegaskan beberapa strategi utama, yaitu terkait pengetatan perizinan dan pengawasan PPIU-PIHK.

Kemenhaj Matangkan Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026 (FOTO:Dok Kemenhaj)

IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan guna mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun 1447 H/2026 M. 

Pertemuan ini berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, dipimpin oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Melalui poin-poin arahannya, Menhaj merespons dinamika lapangan dengan menegaskan beberapa strategi utama, yaitu terkait pengetatan perizinan dan pengawasan PPIU-PIHK guna mencegah penipuan, perbaikan sarana pelatihan dan revitalisasi Asrama Haji demi menjaga citra layanan, serta penguatan peran Humas lintas direktorat.

"Kita akan terapkan kebijakan monitoring ketat melalui evaluasi kinerja pejabat setiap enam bulan sekali guna menjamin birokrasi yang lincah dan bertanggung jawab. Faktor keselamatan jamaah juga menjadi prioritas tertinggi di atas segalanya," kata Menhaj dikutip dalam keterangan tertulis Rabu (28/1/2025).

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menekankan pentingnya penguatan tata kelola serta transparansi penyerahan anggaran operasional haji. Salah satu sorotan utama adalah integrasi data jamaah melalui aplikasi Nusuk, yang saat ini menunjukkan progres signifikan.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo menuturkan, saat ini, input petugas haji di aplikasi Nusuk sudah mencapai hampir 100 persen (±99 persen).

Puji juga melaporkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M sedang berjalan secara paralel dengan fokus pada pendalaman tugas dan fungsi di Daerah Kerja (Daker). 

Di sisi lain, rekrutmen Petugas Haji Daerah (PHD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) Nasional berjalan selaras dengan proses pelunasan jamaah haji reguler.

Untuk menjamin kualitas bimbingan, Puji mengatakan kuota pembimbing KBIHU di tiap-tiap provinsi telah terpenuhi, dibarengi dengan pengadaan buku pedoman manasik yang terus berjalan.

Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah juga tidak hanya fokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga pada optimalisasi ekosistem ekonomi haji dan umrah. 

(kunthi fahmar sandy)

SHARE