SYARIAH

Kemenhaj Siapkan Skema Baru, Petugas yang Pernah Berhaji Langsung Disiagakan di Mina

Kunthi Fahmar Sandy 23/01/2026 04:34 WIB

Demi memaksimalkan pelayanan di puncak haji, petugas yang sudah pernah haji akan langsung ditempatkan di Mina.

Kemenhaj Siapkan Skema Baru, Petugas yang Pernah Berhaji Langsung Disiagakan di Mina (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan skema baru dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026 M. 

Demi memaksimalkan pelayanan di puncak haji, petugas yang sudah pernah haji akan langsung ditempatkan di Mina.

Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) 2025, Harun Al Rasyid mengatakan langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan layanan di kawasan Armuzna, khususnya Mina yang menjadi titik krusial pergerakan jamaah.

“Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jamaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun dikutip Kamis (22/1/2025).

Penempatan tersebut dilakukan seiring dengan pergerakan jamaah dari Makkah menuju Arafah. Dengan demikian, petugas telah lebih dulu bersiaga di Mina untuk menyambut dan memantau arus jamaah saat bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga ke Mina.

Menurut Harun, langkah ini akan membuat pemantauan dan bantuan kepada jamaah jauh lebih efektif. “Sehingga pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan jamaah,” kata dia.

Pada pelaksanaan haji tahun ini, petugas PPIH akan mengisi 10 pos layanan di Mina serta 10 pos di jalur yang dilalui jamaah. Selain itu, petugas linjam dan petugas lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, khususnya di lantai atas dan lantai 3 yang terdiri dari 5 pos.

“Jarak antara tenda Mina dengan pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jamaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras,” kata Harun.

Ia menegaskan, pada malam pertama jemaah bergerak dari Muzdalifah menuju Mina lalu menuju Jamarat, potensi kepadatan dan kelelahan sangat tinggi. Kondisi tersebut memungkinkan jamaah membutuhkan pertolongan dengan cepat.

“Di situlah kita anggap lebih efektif jika petugas yang sudah berhaji ditempatkan langsung di pos-pos tersebut,” ujarnya.

Kebijakan ini, merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya. 

Meski secara umum pelaksanaan sudah berjalan baik, Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan penyempurnaan. “Yang kemarin dirasa belum efektif, tahun ini kita efektifkan lagi, baik dari segi penempatan maupun penguatan personel di lapangan,” kata dia.

(kunthi fahmar sandy)

SHARE