SYARIAH

Ma'ruf Amin: Banyak Negara Jadikan RI Contoh Baik Toleransi Beragama

Binti Mufarida 10/03/2023 10:03 WIB

Wapres Ma'ruf Amin mengungkapkan, Indonesia telah mendapatkan perhatian global karena negara ini memiliki toleransi yang tinggi dalam hal beragama.

Ma'ruf Amin: Banyak Negara Jadikan RI Contoh Baik Toleransi Beragama. (Foto: Dok. Setwapres)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menceritakan pengalamannya berbagi pengalaman tentang diplomasi perdamaian melalui dialog antaragama usai melakukan lawatan selama lima hari di Jepang. Bahkan, juga upaya membangun jejaring industri halal di Negeri Matahari Terbit tersebut.

Saat di atas pesawat dalam penerbangan ke tanah air, Wapres sempat berbincang-bincang tentang dari kunjungannya ke Osaka dan Kyoto. Diketahui, Wapres menempuh perjalanan selama kurang lebih tujuh jam, dan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Kamis (9/3/2023) pukul 16.20 WIB. 

“Saya memberikan kuliah umum tentang dialog lintas agama. Yang saya sampaikan adalah pengalaman Indonesia, cara kita menangani masalah dialog agama, toleransi, kerukunan,” ujar Wapres dikutip dari keterangannya, Jumat (10/3/2023).

Lebih jauh dia mengungkapkan, Indonesia telah mendapatkan perhatian global karena negara ini memiliki toleransi yang tinggi dalam hal beragama.

“Indonesia memang menjadi banyak contoh dari berbagai negara, dari negara Timur Tengah pun mereka mengatakan bahwa toleransi di Indonesia itu yang paling baik,” ungkapnya.

Ketika menjadi Keynote Speaker di Kyoto University, Wapres juga menyampaikan, perwakilan dari Dubai datang khusus ke Indonesia untuk belajar toleransi.

“Baru-baru ini dari (perwakilan) majelis ulama kaum muslimin, jadi, pusat orang Islam cendekiawan muslim yg ada di seluruh dunia yang berpusat di Timur Tengah di Abu Dhabi, datang ke Indonesia mengatakan, kami ingin belajar dari indonesia tentang toleransi,” terang Wapres.

“Menurut mereka, kami ingin banyak belajar ke indonesia tentang toleransi, mengembangan model dakwah Islam, karena itu saat ini bukan waktunya Bahasa Arab diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, tapi Bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke Bahasa Arab,” tambahnya.

Dalam Kuliah Umum tersebut, Wapres menekankan, dengan adanya toleransi antarumat beragama yang tercipta melalui dialog, maka perdamaian global akan tercipta.

“Dalam konteks ini, saya mengutip pendapat filsuf Jerman, Hans Küng, yang mengatakan bahwa “tidak ada perdamaian antara bangsa-bangsa tanpa perdamaian antar pemeluk agama. Tidak ada perdamaian antar agama tanpa dialog lintas agama. Tidak ada dialog lintas agama tanpa investigasi terhadap pondasi agama-agama,” kutip Wapres.

Selain memberikan kuliah umum sekaligus berdialog dengan para tokoh agama di Kyoto University, Wapres juga membuka forum antarpemeluk agama yang dibalut dalam acara Dialog Kebangsaan, di Hotel Imperial, Osaka.

Dalam forum tersebut, Wapres menekankan, bahwa toleransi juga merupakan penanaman nilai-nilai Pancasila. Salah satu organisasi masyarakat yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bertugas mengawal toleransi kehidupan beragama di tanah air yang dimandatkan Pancasila.

“Untuk kerukunan antarumat beragama juga ada yang dinamakan FKUB, yaitu forum kerukunan umat beragama itu ada di provinsi-provinsi dan kabupaten kota, maksudnya untuk mencegah kemungkinan terjadinya konflik di antara umat beragama. Dan kalau terjadi konflik maka tugasnya adalah menyelesaikan supaya tidak terjadi konflik lebih lanjut,” terangnya.

(YNA)

SHARE