SYARIAH

Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen, ini Produk Penopangnya

Taufan Sukma Abdi Putra 19/05/2026 20:31 WIB

Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp79,97 miliar, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar lebih dari 51 persen.

Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 23 Persen, ini Produk Penopangnya (foto: iNews Media Group)

IDXChannel – Portofolio pembiayaan konsumer PT Bank Mega Syariah di awal 2026 terus menunjukkan tren pertumbuhan positif, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan berbasis ritel dan investasi jangka panjang. 
Hingga April 2026, total portofolio konsumer Bank Mega Syariah tercatat mencapai lebih dari Rp586 miliar, atau tumbuh lebih dari 23 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Hingga April 2026, area 1 yang mencakup Jakarta dan sekitarnya masih menjadi kontributor terbesar portofolio konsumer dengan nilai pembiayaan konsumer mencapai Rp202,7 Miliar, disusul Area 4 sebesar Rp122,9 Miliar dan Area 3 sebesar Rp98 Miliar.

Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh peningkatan pembiayaan emas melalui produk Flexi Gold yang mencatat outstanding lebih dari Rp31 miliar per April 2026, meningkat lebih dari 1.236 persen secara year to date (ytd) dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga yaitu rasio non-performing financing (NPF) di level nol persen.

"Pertumbuhan pembiayaan konsumer menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang lebih fleksibel dan terencana masih cukup tinggi, termasuk untuk kepemilikan emas secara bertahap," ujar Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Benadicto, pembiayaan konsumer saat ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumtif, namun juga mulai diarahkan untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang. 
Dalam hal ini, Perseroan melihat besarnya minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan, dan terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Selain mendorong pertumbuhan pembiayaan, segmen konsumer juga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan Bank Mega Syariah, di mana pada April 2026, pendapatan konsumer mencapai Rp5,4 miliar, atau tumbuh 12,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat pembiayaan konsumer melalui pengembangan produk berbasis kebutuhan masyarakat serta memperluas akses layanan pembiayaan di berbagai wilayah," ujar Benadicto.

Dikatakan Benadicto, pihaknya akan senantiasa memperkuat pertumbuhan pembiayaan konsumer secara sehat dan berkelanjutan, termasuk melalui pembiayaan emas syariah yang semakin diminati masyarakat.

Secra umum, Bank Mega Syariah terus memperkuat bisnis pembiayaan, dengan total nilai pembiayaan yang disalurkan tercatat lebih dari Rp9,26 triliun, atau tumbuh lebih dari 7,2 persen dari posisi akhir 2025, yang tercatat masih sebesar Rp8,64 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan, pendapatan dari piutang juga meningkat menjadi lebih dari Rp118 milia,r atau tumbuh sekitar 40,9 persen hingga triwulan I-2026. Sementara, pendapatan bagi hasil juga mengalami kenaikan sekitar 4,7 persen, atau menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.

Hingga Maret 2026, Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp79,97 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar lebih dari 51 persen.

"Peningkatan kinerja ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar, naik lebih dari 20 persen," ujar Benadicto.

(taufan sukma)

SHARE