sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Manfaatkan Kondisi Geopolitik, Bank Mega Syariah Genjot Ekspansi Pembiayaan Emas

Banking editor Taufan Sukma Abdi Putra
24/04/2026 19:03 WIB
dalam situasi ketidakseimbangan ekonomi global, emas cenderung mampu mempertahankan daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset.
Manfaatkan Kondisi Geopolitik, Bank Mega Syariah Genjot Ekspansi Pembiayaan Emas (foto: iNews Media Group)
Manfaatkan Kondisi Geopolitik, Bank Mega Syariah Genjot Ekspansi Pembiayaan Emas (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kondisi geopolitik global yang semakin tak menentu turut mengubah concern masyarakat dalam berinvestasi, dengan semakin diminatinya emas sebagai instrumen investasi berlabel 'safe haven' yang tidak hanya defensif, namun juga relevan dalam menjaga stabilitas nilai kekayaan.

Tren perubahan tersebut terkonfirmasi oleh data terbaru World Gold Council, yang mencatat pembelian emas oleh bank sentral dunia telah menembus lebih dari 1.000 ton per tahun, dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini menjadi salah satu catatan level tertinggi sepanjang sejarah. Sedangkan di pasar domestik, trennya juga sama. Dalam sebuah survei Jakpat (mobile survei online) tentang Indonesia Investment Trends, 67 persen responden memilih emas perhiasan, 66 persen pilih emas logam mulia, dan 63 persen pilih properti," ujar Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, dalam keterangan resminya, Jumat (24/4/2026).

Menurut Benadicto, profil investasi emas saat ini telah mengalami perubahan signifikan, dengan memiliki karakteristik unggul sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

Karenanya, dalam situasi ketidakseimbangan ekonomi global mulai dari tekanan inflasi hingga volatilitas pasar keuangan, emas cenderung mampu mempertahankan daya beli dan memberikan stabilitas nilai aset.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement