21,7 Persen Pekerja di Indonesia Rawan Terdampak AI
Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan bahwa sekitar 21,7 persen pekerja Indonesia rawan terdampak kecerdasan buatan (AI).
IDXChannel - Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan bahwa sekitar 21,7 persen pekerja Indonesia rawan terdampak kecerdasan buatan (AI).
Dilansir dari South China Morning Post pada Minggu (31/8/2026), angkanya mencapai sekitar 25 persen untuk seluruh Asia Tenggara.
"Posisi administratif paling berisiko," kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut dalam laporannya.
Di sisi lain , pekerjaan manual, kerajinan, dan pertanian relatif terlindungi.
Hanya 3,3 persen pekerja di Asia Tenggara yang bekerja di pekerjaan dengan kategori paparan tertinggi, sementara sekitar 67 persen memiliki pekerjaan yang tak terkena paparan.
“Pola ini menunjukkan bahwa, meskipun AI berpotensi memengaruhi banyak pekerja di seluruh ASEAN, pekerjaan dengan tingkat paparan tertinggi masih menyumbang sebagian kecil dari total lapangan kerja,” kata Ahli Ketenagakerjaan Senior ILO Phu Huynh.
Hampir 80 juta perempuan dan laki-laki di Asia Tenggara memiliki pekerjaan yang rawan terdampak AI. Jumlah perempuan dua kali lebih banyak daripada laki-laki, mencerminkan konsentrasi perempuan di pekerjaan administratif.
Singapura memiliki persentase pekerja yang terpapar AI tertinggi, yaitu 42,2 persen. Filipina berada di urutan berikutnya dengan 28,1 persen, mencerminkan ekonomi yang berorientasi pada bidang jasa dan didominasi sektor teknologi informasi dan manajemen proses bisnis.
Indonesia (21,7 persen), Vietnam (20,8 persen), dan Thailand (20,6 persen) juga mencatat tingkat paparan yang signifikan. (Wahyu Dwi Anggoro)