Alphabet dan Amazon Cari Utang di Luar AS demi Biayai Proyek AI
Perusahaan raksasa teknologi AS semakin agresif dalam mencari pendanaan untuk membiayai ekspansi proyek AI.
IDXChannel - Perusahaan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) semakin agresif dalam mencari pendanaan untuk membiayai ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Alphabet dan Amazon bakal menerbitkan obligasi di luar AS di tengah lonjakan kebutuhan modal sektor AI.
Dilansir Reuters, Selasa (12/5/2026), Alphabet mengungkapkan rencana penerbitan obligasi dengan mata uang yen untuk pertama kalinya, sedangkan Amazon menyiapkan debut penerbitan obligasi dalam denominasi franc Swiss. Langkah itu menunjukkan persaingan investasi AI yang makin intens di antara perusahaan teknologi besar.
Belanja infrastruktur AI oleh perusahaan teknologi diperkirakan menembus lebih dari USD700 miliar pada tahun ini, melonjak dibandingkan USD410 miliar pada 2025. Kenaikan itu membuat perusahaan teknologi mulai lebih mengandalkan pendanaan utang, setelah sebelumnya bertahun-tahun memanfaatkan arus kas internal.
Alphabet dan Amazon belum mengungkap nilai penerbitan obligasi tersebut. Kendati demikian, sumber Reuters yang mengetahui transaksi itu mengatakan penerbitan obligasi yen Alphabet diperkirakan mencapai beberapa ratus miliar yen dan ketentuan finalnya kemungkinan diputuskan bulan ini.
Alphabet menunjuk Mizuho, Bank of America, dan Morgan Stanley untuk menangani transaksi tersebut. Pada pekan lalu, perusahaan induk Google itu juga berhasil menghimpun dana hampir USD17 miliar melalui dua penerbitan obligasi, yakni sebesar 9 miliar euro atau sekitar USD10,6 miliar dan obligasi dolar Kanada senilai CUSD8,5 miliar atau sekitar USD6,2 miliar.
Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, menilai perusahaan teknologi besar kini leluasa mencari pendanaan dari berbagai pasar global karena memiliki kualitas kredit yang kuat.
“Ketika kebutuhan pendanaan utang sangat besar dan perusahaan memiliki kualitas kredit yang sangat baik seperti hyperscaler, mereka bisa mengakses pasar domestik maupun global,” ujarnya.
Sementara itu, Amazon menyatakan dana hasil penerbitan obligasi baru akan digunakan untuk kebutuhan korporasi, termasuk investasi bisnis dan belanja modal di masa depan.
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Amazon menunjuk BNP Paribas, Deutsche Bank, dan JPMorgan Chase untuk menggarap penerbitan obligasi enam seri dengan tenor mulai dari 3 tahun hingga 25 tahun. Namun, rincian nilai penerbitan belum diungkap karena proses masih bersifat rahasia.
(Rahmat Fiansyah)