Amazon PHK Ratusan Karyawan di Sejumlah Negara
Amazon mengonfirmasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal baru, terutama di divisi Stores.
IDXChannel - Amazon mengonfirmasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal baru, terutama di divisi Stores.
Dilansir dari Business Insider pada Kamis (8/10/2026), PHK massal terbaru ini memengaruhi kurang dari 1.000 karyawan kerah putih di Amerika Serikat (AS), India, dan Inggris.
Amazon mengatakan bahwa PHK massal tersebut dimaksudkan untuk mentransformasi divisi Stores sesuai dengan prioritas saat ini.
PHK massal terbaru ini terjadi setelah Amazon memangkas sekitar 30.000 pekerja korporat pada akhir tahun lalu dan pada Januari.
Menurut CEO Amazon Andy Jassy, PHK besar-besaran tersebut bertujuan untuk mengurangi lapisan manajemen, merampingkan organisasi, dan menurunkan biaya.
PHK massal di Amazon merupakan bagian dari pergeseran di sektor teknologi, di mana perusahaan mengurangi pekerjaan di beberapa fungsi sambil mengarahkan lebih banyak sumber daya ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Meta menghilangkan sekitar 8.000 posisi pada Mei, sementara Microsoft memangkas lebih dari 5.000 pekerjaan antara Juli dan September. (Wahyu Dwi Anggoro)