GoPro Terancam Bangkrut Imbas Lonjakan Harga Chip Memori
Produsen kamera aksi yang dulunya dominan, GoPro, kini terancam mengalami kebangkrutan.
IDXChannel - Produsen kamera aksi yang dulunya dominan, GoPro, kini terancam mengalami kebangkrutan.
Dilansir dari Digitec pada Rabu (3/6/2026), GoPro menyalahkan kenaikan harga chip memori sebagai penyebab utamanya.
Produsen asal Amerika Serikat (AS) memperingatkan investor dalam laporan keuangan terbarunya.
"Kami memiliki keraguan serius tentang kelangsungan perusahaan," katanya dalam laporan keuangan itu.
Perusahaan-perusahaan AS secara hukum wajib menyampaikan hal tersebut jika mereka tidak lagi yakin akan tetap mampu membayar utang dalam dua belas bulan ke depan.
GoPro mengklarifikasi dalam siaran pers bahwa pihaknya sedang mempelajari pembiayaan tambahan, perjanjian pinjaman baru, atau opsi lainnya ntuk menghindari kebangkrutan.
Menurut informasi dari dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS, kas dan setara kas telah menyusut menjadi hanya sekitar UDD50 juta dolar atau sekitar Rp900 miliar.
Pada 2025, omzet tahunan turun menjadi USD651 juta dolar, mengakibatkan kerugian bersih lebih dari USD80 juta.
Krisis ini dipicu oleh kenaikan harga chip memori yang drastis. Produsen seperti Samsung dan Micron mengalihkan kapasitas mereka ke memori bandwidth tinggi untuk pusat data kecerdasan buatan (AI). DRAM standar untuk produsen perangkat seperti GoPro menjadi semakin langka dan mahal. Menurut informasi perusahaan, harga memori telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa kasus.
Pada saat yang sama, bisnis inti GoPro melemah. Permintaan untuk kamera aksi klasik tumbuh jauh lebih lambat daripada beberapa tahun yang lalu. Banyak orang lebih memilih menggunakan smartphone.
Selain itu, ada kompetisi dari China. Pemasok seperti DJI dan Insta360 telah mengungguli GoPro di beberapa pasar penting. Data ritel dari Jepang menunjukkan bahwa GoPro telah merosot dari posisi pasar dominan menjadi pangsa pasar 19 persen hanya dalam beberapa tahun. Sementara itu, produsen China meluncurkan model-model baru dengan harga agresif dan fitur-fitur menarik dalam interval waktu yang singkat. (Wahyu Dwi Anggoro)