Indonesia Bisa Jadi Tujuan Investasi di Sektor Digital dan IT, Begini Potensinya
Indonesia merupakan pasar yang seksi untuk berinvestasi di sektor digital dan IT. Terdapat sejumlah faktor yang mendukung hal tersebut.
IDXChannel - Direktur Eksekutif ICT (Information and Communication Technologies) Institute, Heru Sutadi menilai Indonesia merupakan pasar yang seksi untuk berinvestasi di sektor digital dan IT.
Sebab, jumlah populasi penduduk Indonesia yang besar hingga penetrasi pengguna internet yang berkembang pesat. Data terakhir, jumlah pengguna internet di Indonesia tahun 2024 sendiri sudah mencapai 221.563.479 orang atau setara 79,5 persen dari total populasi 278.696.200.
"Sehingga Indonesia ini merupakan surga bagi pengembangan digital dan ekosistemnya. Apakah itu layanannya, platform, kemudian juga bisnis, dan produknya. Tentu banyak juga investor, atau pemain teknologi dunia yang mau masuk ke pasar Indonesia," ujarnya saat dihubungi IDX Channel, Jumat (10/1/2025).
Heru menjelaskan pertumbuhan penetrasi pengguna Internet di Indonesia itu juga akan berdampak pada peningkatan kebutuhan data center di Indonesia. Dia berharap kepada pemerintah agar tidak menjadikan Indonesia sebagai pasar saja, tapi harus juga berinvestasi terutama pembangunan data center.
"Harapannya kan bahwa raksasa teknologi dunia yang masuk ke Indonesia ini tidak sekedar menjadikan Indonesia sebagai pasar, tapi juga mereka harus berinvestasi. Salah satunya misalnya bagaimana membangun data center," tambahnya.
Belum lagi, demografi Indonesia saat ini yang didominasi oleh usia produktif akan membuat penggunaan internet akan semakin masih. Berdasarkan proyek Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2025 jumlah usia produktif yang dihitung dari usia 15-64 tahun sebesar 68,6 persen dari total populasi.
"Sebenarnya ini akan menjadi generasi dan menjadi bagian bagaimana mereka mendukung pengembangan digital di Indonesia. Sehingga penyedia infrastruktur, layanan, tentu ketika berinvestasi di Indonesia, ini akan menjadi target pasar mereka," katanya
Heru menilai permintaan Pemerintah kepada Amazon Web Services (AWS) untuk meningkatkan nilai investasi yang wajar. Terlebih permintaan investasi tersebut untuk membangun data center di Indonesia.
"Kalau apa yang disampaikan pemerintah kepada AWS adalah permintaan yang wajar (peningkatan investasi), karena data center ke depan akan meningkat permintaannya," kata Heru.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta AWS untuk menambah porsi investasi di Indonesia. AWS telah menginvestasikan USD5 miliar atau setara Rp80,92 triliun di Indonesia sejak 2021, angka yang diharapkan terus meningkat seiring dengan penguatan ekonomi digital.
"Kami meminta AWS untuk menambah porsi investasinya di Indonesia guna memastikan pertumbuhan yang berimbang sesuai potensi kami," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (10/1/2025).
(Febrina Ratna)