Technology

Ini Strategi Industri Chip China Atasi Sanksi Barat

Wahyu Dwi Anggoro 05/02/2024 12:55 WIB

Beijing terus mencari cara untuk mengatasi pembatasan perdagangan chip semikonduktor dari negara-negara Barat ke China.

Ini Strategi Industri Chip China Atasi Sanksi Barat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Beijing terus mencari cara untuk mengatasi pembatasan perdagangan chip semikonduktor dari negara-negara Barat ke China. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi open-source.

Ketika sebuah chip berperforma tinggi dipatenkan di China pada akhir 2023, hal tersebut memberikan gambaran tentang upaya Beijing untuk mengatasi sanksi dan pembatasan perdagangan chip semikonduktor yang digawangi Amerika Serikat (AS). 

Dalam dokumen pengajuan paten, chip yang dikembangkan Akademi Ilmu Pengetahuan Militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menggunakan sebuah arsitektur set instruksi open-source yang dikenal dengan nama Reduced Instruction Set Computer V atau RISC-V.

RISC-V dapat digunakan untuk merancang berbagai hal mulai dari chip smartphone hingga prosesor canggih. Arsitektur set instruksi yang paling umum, x86 dan Arm, dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan Barat.

Kontrol ekspor Barat hanya membatasi penjualan x86 dan Arm versi tercanggih kepada klien di China. Namun, seiring meluasnya rivalitas Washington dan Beijing AS, sifat open-source RISC-V telah membuatnya menjadi favorit pembuat kebijakan di Negeri Tirai Bambu.

“Keuntungan terbesar dari arsitektur RISC-V adalah netral secara geopolitik,” kata Komisi Sains dan Teknologi pemerintah Shanghai dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada April 2023, dilansir dari Reuters pada Senin (5/2/2024).

Puluhan lembaga di China, sebagian terkena sanksi dari Washington, menginvestasikan setidaknya USD50 juta dalam proyek-proyek yang melibatkan RISC-V antara 2018 dan 2023, menurut tinjauan Reuters terhadap lebih dari 100 artikel akademis, paten, dokumen pemerintah berbahasa Mandarin dan tender, serta pernyataan dari kelompok penelitian dan perusahaan.

Meskipun angka investasinya masih terbilang kecil, Beijing berharap standar open-source suatu hari nanti dapat mengancam duopoli x86-Arm. Chip RISC-V yang dibuat oleh perusahaan dan lembaga penelitian China sukses menggerakkan mobil tanpa pengemudi, model kecerdasan buatan, dan pusat penyimpanan data, menurut dua tokoh industri dan sebuah dokumen kepada Reuters. (WHY)

SHARE