Jepang Kembangkan AI Nasional hingga 2040, Targetkan Produk Fisik untuk Bantu Industri
Sejumlah negara, termasuk Jepang, mulai mendorong pengembangan AI nasional sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada AS dan China.
IDXChannel—Jepang berencana mengembangkan model artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) nasional dan membuat 10 juta robot berbasis AI yang siap beroperasi di berbagai sektor industri pada 2040.
Melansir CNA (1/7/2026), investasi yang diperlukan untuk pengembangan model dan robot ini mencapai 1 triliun yen, di mana sejumlah perusahaan akan berpartisipasi sebagai investor. SoftBank dan Sony ikut andil dalam rencana ini.
Dua perusahaan tersebut membentuk konsorsium bernama Noetra yang kelak akan mengembangkan model AI nasional tersebut. Dana pengembangan itu diproyeksikan akan tersedia dalam lima tahun mendatang, tergantung pada hasil awal.
Sejumlah negara, termasuk Jepang, mulai mendorong pengembangan AI nasional sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada AS dan China. Seperti diketahui, saat ini kedua negara tersebut tengah berlomba-lomba mengembangkan produk AI terbaik.
Selain SoftBank dan Sony, jumlah perusahaan yang berinvestasi di Noetra diproyeksikan dapat mencapai 44 perusahaan, termasuk di antaranya perusahaan otomotif, manufaktur, jasa keuangan, bahkan industri logistik.
Noetra akan fokus pada pengembangan AI fisik. Alih-alih mengembangkan sistem AI berupa software seperti produk AI generatif (ChatGPT, Gemini, dll), Jepang menginginkan produk AI fisik yang dapat dikerahkan di dunia nyata.
Sebagai contoh, robot pabrik, robot pelayan, atau mobil yang dapat menyetir sendiri (self-driving). Jepang bahkan menargetkan dapat mulai ‘mempekerjakan’ robot-robot berbasis AI ini pada 2040.
“Strategi ini tujuannya untuk men-deploy 10 juta robot pada 2040 di sektor makanan (restoran), manufaktur makanan, sektor kesehatan, dan sebagainya,” kata Menteri Industri Ryosei Akazawa.
Targetnya, robot-robot ini dapat dipergunakan pada 18 sektor industri di Jepang. Dengan populasi yang kian menua dan jumlah populasi yang terus menyusut, robot-robot ini diharapkan dapat mengisi celah kosong pada pasar tenaga kerja.
“Kami akan membangun dan meningkatkan infrastruktur data untuk AI fisik dan robot yang mendorong kekuatan Jepang,” jelasnya.
(Nadya Kurnia)