Jobstreet by SEEK Mulai Terapkan Agentic AI, Percepat Proses Rekrutmen Online
Jobstreet by SEEK mulai menerapkan teknologi agentic artificial intelligence pada fitur Assist untuk membantu rekruter pengguna platform.
IDXChannel—Platform pencarian kerja, Jobstreet by SEEK, mulai menerapkan teknologi agentic artificial intelligence (AI) untuk membantu mempercepat proses rekrutmen bagi perusahaan dan pencari kerja.
SEEK menerapkan agentic AI pada Assist, sebuah fitur yang dirancang untuk membantu rekruter perusahaan bekerja lebih cepat. Managing Director Jobstreet by SEEK Indonesia Wisnu Dharmawan mengatakan teknologi ini mulai diterapkan tahun ini.
Dia mengatakan bahwa Jobstreet mulai berinvestasi dan menggunakan AI secara bertahap sesuai perkembangan teknologi AI lebih dari 10 tahun silam. Pada 2025, platform ini mulai menerapkan AI untuk meningkatkan kualitas fitur pencocokan kandidat dengan perusahaan.
“Assist ini seperti rekruter punya anak buah untuk membantu pengambilan keputusan dan mengambil alih pekerjaan repetitif rutin. Agentic AI di fitur ini dapat melakukan tugas-tugas yang diekspektasikan pengguna (rekruter),” tuturnya kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).
Fitur ini, lanjut Wisnu, juga dapat membantu rekruter dengan menyortir resume kandidat dengan tingkat kecocokan yang lebih tinggi. Lagi-lagi, tingkat kecocokan ini juga dimotori oleh teknologi AI.
“Assist membantu shortlisting kandidat lebih cepat, memeriksa referensi, dan sebagainya. Namun, kendali penuh tetap berada di tangan rekruter,” tambah Wisnu.
Seperti diketahui, Jobstreet by SEEK adalah salah satu platform pencarian kerja terbesar yang paling banyak digunakan oleh pencari kerja di Indonesia. Platform ini memiliki 24 juta kandidat terdaftar dan tingkat pemasangan iklan lowongan kerja hingga lebih dari 1 juta per tahun.
Pada tiap lowongan kerja, umumnya perusahaan yang memasang iklan di Jobstreet dapat menerima ribuan kandidat untuk satu posisi. Dalam hal ini, penerapan AI dapat membantu rekruter untuk mempercepat proses sortir dan pencocokan kandidat.
Selain untuk rekruter, penerapan AI pada sistem platform Jobstreet juga ditujukan kepada kandidat pencari kerja, terutama dalam hal pencocokan resume dengan posisi yang hendak dilamar.
Dalam hal ini, Jobstreet menerapkan AI pada fitur Personalised Targeting. Fitur ini diklaim mampu membaca pola perilaku pengguna, baik rekruter maupun kandidat, saat menggunakan platform.
Sehingga, sistem Jobstreet dapat merekomendasikan kepada kedua belah pihak berdasarkan pola perilaku yang telah dipelajari. Apalagi, kata Wisnu, tidak semua kandidat berkualitas cocok dengan kebutuhan perusahaan.
“AI belajar dari proses rekrutmen-rekrutmen terdahulu, jadi semakin lama akan semakin mampu merekomendasikan hingga ketemu kandidat yang cocok. Pattern-nya akan terlihat, kandidat seperti apa yang dibutuhkan,” jelasnya.
Meskipun teknologi ini mampu membaca pola perilaku pengguna, Wisnu memastikan pembelajaran dan pembacaan behaviour pattern oleh AI hanya dilakukan oleh sistem saat pengguna menggunakan website atau aplikasi Jobstreet.
Penggunaan teknologi AI pada Jobstreet by SEEK telah mendapatkan sertifikat ISO 27001 untuk Information Security dan ISO 42001 untuk AI Governance.
(Nadya Kurnia)