Technology

Kemenekraf Dorong Kreator Lokal Manfaatkan AI untuk Bangun 'One-Man Company'

Kurnia Nadya 24/07/2026 10:01 WIB

Teknologi ini dinilai mampu mengakselerasi kelahiran model bisnis baru berbasis one-man company yang berdaya saing global.

Kemenekraf Dorong Kreator Lokal Manfaatkan AI untuk Bangun 'One-Man Company'. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong para pelaku industri kreatif dan kreator konten lokal di Tanah Air untuk memanfaatkan integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan sistem manajemen proyek. 

Teknologi ini dinilai mampu mengakselerasi kelahiran model bisnis baru berbasis one-man company yang berdaya saing global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menjelaskan bahwa konsep one-man company memungkinkan seorang kreator tunggal untuk mengelola skala bisnis yang lebih besar tanpa harus terhalang oleh keterbatasan keahlian teknis operasional.

"Dengan menggabungkan project management dan AI, kini berkembang tren one-man company. Seorang kreator yang tidak memiliki latar belakang CFO atau CMO bisa menggabungkan alat-alat berbasis AI untuk mengoperasikan bisnisnya secara mandiri," ujar Irene Umar dalam acara kolaborasi digital bersama Google di Jakarta, (23/7/2026). 

Selain pemanfaatan AI untuk efisiensi internal, Irene juga menyoroti pentingnya para pemilik Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) digital lokal untuk tidak hanya berpuas diri dengan jumlah pengikut di platform digital.

Para kreator diminta berani melakukan diversifikasi bisnis dengan menyeberang ke pasar offline, seperti lisensi karakter, kolaborasi produk, hingga ekspansi ke industri sinema dan perhotelan.

"Jika Anda memiliki saluran digital, jangan berpuas hati hanya dengan presensi digital. Lihat bagaimana Anda bisa menyeberangkannya ke presensi lokal/offline. Potensi IP lokal seperti industri film animasi hingga lisensi produk terbukti mampu menembus pasar internasional," tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat mengubah posisi Indonesia yang selama ini didominasi sebagai pasar konsumen menjadi produsen serta eksportir produk kreatif berbasis teknologi di tingkat regional maupun global.


(Sheqilla Sukma)

SHARE