Technology

Nilai Ekonomi Hijau ASEAN Diprediksi Tembus Rp7.600 Triliun pada 2030

Wahyu Dwi Anggoro 01/06/2026 09:03 WIB

Nilai ekonomi hijau Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh menjadi USD430 miliar atau sekitar Rp7.600 triliun pada 2030.

Nilai Ekonomi Hijau ASEAN Diprediksi Tembus Rp7.600 Triliun pada 2030. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Nilai ekonomi hijau Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh menjadi USD430 miliar atau sekitar Rp7.600 triliun pada 2030.

Menurut laporan Southeast Asia's Green Economy Report 2026 dari Bain & Company dan Standard Chartered, nilainya saat ini mencapai USD290 miliar.

Dilansir dari Xinhua pada Senin (1/6/2026), pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan dari kendaraan listrik (EV), pusat data, kecerdasan buatan (AI), dan sektor lainnya.

Momentum investasi di seluruh wilayah semakin meningkat, tetapi hambatan pelaksanaan—bukan kekurangan pendanaan—tetap menjadi tantangan utama dalam mengubah modal menjadi proyek yang selesai.

Menurut laporan tersebut, terdapat kesenjangan 35 persen antara belanja modal yang diumumkan dan yang terealisasi, yang disebabkan oleh hambatan jaringan listrik, penundaan perizinan, dan struktur pasar yang terfragmentasi.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa permintaan listrik diperkirakan akan meningkat lebih dari 100 terawatt-jam pada 2030, didorong oleh pusat data, EV, dan klaster industri.

Namun, infrastruktur jaringan listrik biasanya membutuhkan waktu lima hingga 15 tahun untuk dikembangkan, sehingga menciptakan ketidakseimbangan besar antara kesiapan pasokan dan pertumbuhan permintaan.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa pasar EV Asia Tenggara berkembang pesat, tetapi wilayah ini baru menyumbang sekitar dua persen dari total produksi mobil listrik global. (Wahyu Dwi Angoro)

SHARE