Technology

Pendapatan Tencent Tumbuh 11 Persen Didorong Bisnis Gim, Laba Bersih Naik Tipis

Kurnia Nadya 12/08/2026 17:13 WIB

Perusahaan teknologi China yang berbasis di Shenzhen tersebut mengantongi pendapatan sebesar 204,8 miliar yuan.

Pendapatan Tencent Tumbuh 11 Persen Didorong Bisnis Gim, Laba Bersih Naik Tipis. (Foto: Istimewa)

IDXChannelTencent Holdings mencatatkan kenaikan pendapatan 11 persen pada kuartal II-2026, didorong oleh kuatnya penjualan iklan serta pendapatan bisnis gim yang stabil di tengah peningkatan investasi perusahaan pada teknologi kecerdasan buatan (AI).

Mengutip laporan Reuters, Rabu (12/8/2026), perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut mengantongi pendapatan sebesar 204,8 miliar yuan (sekitar Rp485,3 triliun dengan kurs 1 yuan = Rp2.370) untuk periode tiga bulan yang berakhir pada Juni. 

Capaian ini sejalan dengan estimasi analis sebesar 202,2 miliar yuan berdasarkan data LSEG. Meski demikian, laba bersih Tencent hanya tumbuh tipis 0,7 persen secara tahunan menjadi 56 miliar yuan (sekitar Rp132,7 triliun). 

Angka tersebut berada di bawah ekspektasi analis yang memproyeksikan laba bersih sebesar 61,8 miliar yuan.

Para investor kini mencermati apakah besarnya belanja modal Tencent pada sektor AI mulai menghasilkan imbal hasil atau justru menekan margin keuntungan perusahaan. 

Sepanjang tahun lalu, belanja modal Tencent mencapai 79 miliar yuan, naik dari 77 miliar yuan pada 2024. Perusahaan memberi sinyal bahwa investasi AI akan kembali ditingkatkan pada semester kedua tahun ini.

Di tengah persaingan ketat dengan ByteDance dan Alibaba, Tencent terus meluncurkan berbagai produk AI, termasuk chatbot Yuanbao dan asisten kantor WorkBuddy. Pada kuartal II-2026 saja, belanja modal Tencent melesat menjadi 52,8 miliar yuan dari 31,9 miliar yuan pada kuartal pertama.

Dari sisi lini bisnis, pendapatan dari value-added services (yang mencakup bisnis gim) tumbuh 8 persen menjadi 98,4 miliar yuan. Pendapatan gim domestik naik 17 persen menjadi 47,3 miliar yuan berkat sokongan judul gim populer seperti "Honor of Kings" dan "Delta Force". 

Sebaliknya, pendapatan gim internasional turun tipis 0,8 persen menjadi 18,6 miliar yuan akibat pengaruh pergerakan nilai tukar mata uang asing.

Sementara itu, pendapatan layanan pemasaran melonjak 22 persen menjadi 43,6 miliar yuan seiring dengan peningkatan teknologi AI yang memperkuat efektivitas iklan di ekosistem Weixin. 

Adapun pendapatan dari segmen fintech dan business services naik 9 persen menjadi 60,3 miliar yuan, di mana permintaan layanan cloud berbasis AI menjadi pendorong utamanya.


(Sheqilla Sukma)

SHARE