Technology

Perang Iran Guncang Rantai Pasokan, Harga Chip AI Bisa Naik Tajam

Wahyu Dwi Anggoro 08/03/2026 02:00 WIB

Industri semikonduktor Korea Selatan khawatir bahwa krisis Iran yang berkepanjangan akan mengganggu pasokan bahan baku utama dari Timur Tengah.

Perang Iran Guncang Rantai Pasokan, Harga Chip AI Bisa Naik Tajam. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Industri semikonduktor Korea Selatan khawatir bahwa krisis Iran yang berkepanjangan akan mengganggu pasokan bahan baku utama dari Timur Tengah dan meningkatkan harga chip akibat lonjakan biaya energi.

Industri chip juga mengatakan krisis tersebut dapat menjadi hambatan bagi rencana perusahaan teknologi besar untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di Timur Tengah dalam jangka panjang, sehingga membebani permintaan chip yang kuat.

Dilansir dari Reuters pada Sabtu (7/3/2026), hal itu disampaikan anggota parlemen Kim Young-bae.

Kim menyampaikan komentar tersebut setelah bertemu dengan para eksekutif dari perusahaan chip, termasuk Samsung.

"Rencana pusat data kemungkinan besar akan terganggu, berpotensi menciptakan masalah dengan permintaan chip," katanya kepada wartawan.

 "Produksi semikonduktor dapat terganggu jika beberapa bahan utama tidak dapat diperoleh dari Timur Tengah," katanya.

Industri chip khawatir bahwa krisis Iran dapat mengganggu pasokan beberapa bahan pembuatan chip utama seperti helium dari Timur Tengah. Helium sangat penting untuk manajemen panas selama produksi semikonduktor dan saat ini tidak ada alternatif yang lebih baik.

Perusahaan Korea Selatan seperti Samsung dan SK Hynix telah menikmati kenaikan harga chip memori, berkat persaingan perusahaan teknologi untuk membangun pusat data AI.

Amazon mengatakan pada Senin bahwa beberapa pusat datanya di Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain rusak akibat serangan drone. Raksasa teknologi AS seperti Microsoft dan Nvidia menjadikan UEA sebagai pusat regional untuk komputasi AI yang dibutuhkan untuk mendukung layanan seperti ChatGPT.

Iran menembakkan rentetan drone dan rudal ke negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu. (Wahyu Dwi Anggoto)

SHARE