IDXChannel – Indeks utama Wall Street berakhir melemah pada perdagangan Jumat (6/3/2026), meskipun sempat pulih dari titik terendah sesi. Hal itu dipicu konflik Amerika Serikat (AS)-Israel yang menyerang Iran dan menyebabkan harga minyak melonjak.
Tak hanya itu, Wall Street juga tertekan oleh rilis data pasar tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan. Indeks acuan S&P 500 berakhir turun 1,4 persen menjadi 6.738,15 poin, mengurangi kerugian hingga 1,7 persen.
Sementara itu, indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi merosot 1,6 persen menjadi 22.387,68 poin, mengurangi penurunan hingga 1,7 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan turun 1 persen menjadi 47.501,55 poin, pulih dari penurunan hingga 2 persen.
"Arus berita hari ini benar-benar buruk, dengan harga minyak yang melonjak tajam dan gambaran pekerjaan yang lemah. Namun sekali lagi, para pembeli yang memanfaatkan penurunan harga masuk tepat pada waktunya setelah SPX menguji level 6.715 yang sebelumnya menjadi support awal pekan ini dan pada bulan Desember," kata kepala strategi di Interactive Brokers, Steve Sosnick, kepada Investing.com.
Sosnick mengatakan pelaku pasar tetap mengarah pada pembelian saat harga turun apa pun yang terjadi dan mengejar reli apa pun yang mungkin terjadi. Para trader yakin bahwa situasi di Iran hanyalah gangguan sementara, bukan masalah yang berkepanjangan.