“Ya, kita turun sekitar 1 persen, tetapi mengingat latar belakangnya, itu bukan hasil yang buruk. Kita akan lihat apakah ini akan bertahan atau apakah para trader akan gelisah untuk menutup posisi beli mereka di akhir pekan," tambah Sosnick.
Wall Street Catatkan Pekan Terburuk sejak Oktober 2025
Adapun pekan ini merupakan pekan yang suram bagi indeks utama Wall Street sejak konflik Iran dimulai Sabtu lalu. Indeks acuan S&P turun 2 persen, kinerja mingguan terburuknya sejak pertengahan Oktober tahun lalu.
Nasdaq turun 1,2 persen untuk minggu ini, sementara Dow merosot 3,1 persen.
Sentimen utama yang menekan pasar modal AS pekan ini yaitu konflik di Timur Tengah yang telah menyebabkan harga minyak mentah berjangka AS melonjak. Konflik tersebut pun menyebar ke bagian lain Timur Tengah dan Teluk Persia, setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, mengancam aliran minyak dari produsen utama dunia.
Lonjakan harga minyak menambah kekhawatiran inflasi, dengan biaya bensin rata-rata di AS melonjak 27 sen setelah dimulainya serangan menjadi USD3,25 per galon, menurut Reuters, mengutip data dari kelompok perjalanan AAA.
Harga energi yang lebih tinggi cenderung menekan margin perusahaan dan pengeluaran konsumen, sekaligus mempersulit upaya Federal Reserve (The Fed) untuk mengendalikan inflasi.