Technology

Perluasan Adopsi AI di UMKM Berpotensi Tingkatkan Nilai Tambah Triliunan Rupiah bagi PDB

Kurnia Nadya 24/07/2026 12:44 WIB

Kehadiran teknologi ini tidak hanya menggantikan peran yang ada, tetapi juga melahirkan berbagai jenis pekerjaan, produk, dan layanan baru.

Perluasan Adopsi AI di UMKM Berpotensi Tingkatkan Nilai Tambah Triliunan Rupiah bagi PDB. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diproyeksikan dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. 

Jika diadopsi secara meluas, AI berpotensi menyumbang nilai tambah hingga ratusan triliun rupiah bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Vice President Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, mengungkapkan bahwa tingkat adopsi AI di kalangan pelaku usaha kecil di Indonesia saat ini masih terbilang rendah. 

Data menunjukkan bahwa baru sekitar 14,5 persen UMKM yang memanfaatkan teknologi AI dalam operasional bisnis mereka.

Padahal, jika para pelaku UMKM mengadopsi dan mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem usahanya, teknologi ini diperkirakan dapat menghasilkan nilai ekonomi tambahan sebesar Rp910 triliun. Nilai tersebut setara dengan hampir 4 persen dari total PDB Indonesia.

"Jika bisnis kecil mengadopsi AI, hal itu akan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp910 triliun, yang mencakup hampir 4 persen dari PDB Indonesia," ujar Markham Erickson saat memberikan sambutan dalam acara digital Google di Jakarta, (23/7/2026).

Selain mendorong nilai tambah ekonomi, integrasi AI di sektor UMKM juga diproyeksikan bakal menciptakan sekitar 500.000 lapangan kerja baru di Tanah Air. 

Kehadiran teknologi ini tidak hanya menggantikan peran yang ada, tetapi juga melahirkan berbagai jenis pekerjaan, produk, dan layanan baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Lebih lanjut, Markham menyampaikan bahwa ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan terus tumbuh pesat dan berpotensi mencapai nilai USD340 miliar pada 2030, didorong oleh potensi populasi muda yang dinamis.

Guna menjembatani kesenjangan keterampilan digital tersebut, Google mencatat telah melatih lebih dari 380.000 pelajar, pengajar, pengembang, hingga pelaku usaha kecil di seluruh negeri dalam tiga tahun terakhir demi mempercepat transformasi ekonomi digital yang inklusif dan bertanggung jawab.


(Sheqilla Sukma)

SHARE