Technology

Permintaan EV Lesu, Nissan Batal Investasi Powertrain Listrik di Inggris

Desi Angriani 24/05/2026 16:05 WIB

Pembatalan investasi tersebut menjadi bagian dari penyesuaian strategi perusahaan di tengah perlambatan pasar kendaraan listrik

Permintaan EV Lesu, Nissan Batal Investasi Powertrain Listrik di Inggris (Foto: dok AP)

IDXChannel - Anak usaha Nissan Motor, JATCO, membatalkan rencana investasi produksi powertrain kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di fasilitas Sunderland, Inggris.

Melansir Investing, Minggu (24/5/2026) pembatalan investasi tersebut menjadi bagian dari penyesuaian strategi perusahaan di tengah perlambatan pasar kendaraan listrik global dan meningkatnya tekanan kompetisi industri otomotif.

Sebelumnya, JATCO mengumumkan investasi senilai 48,7 juta poundsterling atau sekitar USD65,4 juta untuk membangun fasilitas produksi powertrain EV di Sunderland pada Januari 2025.

Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 340.000 unit per tahun. Fasilitas itu sedianya akan memproduksi sistem powertrain EV terintegrasi yang menggabungkan motor listrik, inverter, dan reducer dalam satu unit. 

Proyek tersebut juga menjadi bagian dari strategi besar Nissan untuk memperkuat basis produksi kendaraan listrik di Eropa sekaligus mendukung pengembangan lini EV di Inggris.

Namun, melemahnya permintaan kendaraan listrik di kawasan Eropa membuat perusahaan meninjau ulang rencana investasinya. Langkah pembatalan itu terjadi di tengah program restrukturisasi besar-besaran yang tengah dijalankan Nissan guna memangkas biaya dan memperbaiki profitabilitas perusahaan. 

Produsen otomotif asal Jepang tersebut menghadapi tekanan penjualan di sejumlah pasar utama, termasuk Amerika Serikat dan China, di saat persaingan industri EV global semakin ketat.

Tahun lalu, Nissan juga mengumumkan rencana pengurangan jaringan produksi global menjadi 10 pabrik dari sebelumnya 17 fasilitas. Selain itu, perusahaan meninjau kembali operasi bisnis manufaktur powertrain sebagai bagian dari upaya pemulihan kinerja.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, baik Nissan maupun JATCO belum memberikan komentar resmi terkait pembatalan investasi tersebut.

(DESI ANGRIANI)

SHARE