Technology

Raksasa Chip Korsel SK Hynix Diprediksi Cetak Laba Rp360 Triliun pada Kuartal I-2026

Wahyu Dwi Anggoro 07/04/2026 07:55 WIB

Raksasa chip Korea Selatan (Korsel) SK Hynix diperkirakan mencatatkan laba operasi sebesar 31,6 triliun won atau sekitar Rp360 triliun pada kuartal I-2026.

Raksasa Chip Korsel SK Hynix Diprediksi Cetak Laba Rp360 Triliun pada Kuartal I-2026. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Raksasa chip Korea Selatan (Korsel) SK Hynix diperkirakan mencatatkan laba operasi sebesar 31,6 triliun won atau sekitar Rp360 triliun pada kuartal I-2026.

Menurut survei FnGuide, SK Hynix diprediksi meraup pendapatan sebesar 46,6 triliun pada triwulan lalu.

Dilansir dari Korea JoongAng Daily pada Senin (6/4/2026), industri chip Korsel menikmati keuntungan besar di tengah booming kecerdasan buatan (AI).

Seperti SK Hynix, Samsung Electronics juga diperkirakan meraup untung besar awal tahun ini. Raksasa chip dan smartphone diperkirakan membukukan laba operasi sebesar 38,1 triliun won dengan pendapatan 117 triliun won sementara.

Samsung Electronics dijadwalkan untuk mengumumkan laporan pendapatan awal pada Selasa besok, yang akan mencakup hasil gabungan dari bisnis smartphone, peralatan rumah tangga, dan semikonduktornya, dengan segmen semikonduktor diperkirakan menjadi pendorong utama. 

Sebaliknya, SK hynix tidak memberikan laporan awal, dan pendapatan yang dilaporkan hanya berasal dari bisnis semikonduktornya.

Laba SK Hynix diprediksi naik lebih dari empat kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sementara profit Samsung melonjak enam kali lipat.

Kinerja yang kuat ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga chip memori, karena kekurangan pasokan telah meluas dari DRAM ke flash NAND.

Dari sisi permintaan, peningkatan belanja modal oleh penyedia layanan cloud Amerika Utara untuk perluasan pusat data juga memainkan peran penting. Pengiriman chip berkinerja tinggi, seperti HBM, diserap oleh pelanggan pusat data AI, sementara teknologi baru seperti robotika cerdas diharapkan akan semakin meningkatkan permintaan. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE