Technology

Rusia Blokir WhatsApp dan Telegram, Dorong Penggunaan Aplikasi Lokal

Wahyu Dwi Anggoro 12/02/2026 16:25 WIB

Rusia berupaya memblokir total aplikasi percakapan WhatsApp di negara tersebut.

Rusia Blokir WhatsApp dan Telegram, Dorong Penggunaan Aplikasi Lokal. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Rusia berupaya memblokir total aplikasi percakapan WhatsApp di negara tersebut.

Dilansir dari BBC pada Kamis (12/2/2026), Kremlin sebelumnya melakukan hal yang serupa terhadap Telegram, aplikasi percakapan lainnya

WhatsApp mengatakan bahwa Moskow ingin mendorong lebih dari 100 juta pengguna aplikasinya di Rusia untuk beralih ke aplikasi percakapan Max yang dikelola pemerintah.

WhatsApp dimiliki raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) yang juga mengelola platform media sosial Facebook dan Instagram.

"Kami terus melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga agar pengguna tetap terhubung," kata WhatsApp dalam sebuah pernyataan.

Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, telah berulang kali memperingatkan WhatsApp untuk mematuhi hukum setempat. WhatsApp maupun Telegram menolak untuk menyimpan data pengguna Rusia di negara tersebut.

Media milik negara, Tass Media, melaporkan awal tahun ini bahwa WhatsApp diperkirakan akan diblokir secara permanen di negara tersebut pada 2026.

Moskow telah melakukan upaya ekstensif untuk mendorong warga Rusia menggunakan platform komunikasi yang dikembangkan negara bernama Max.

Max disamakan dengan WeChat milik China. Aplikasi ini menggabungkan aplikasi percakapan dan platform layanan pemerintah, tetapi tanpa enkripsi.

Sejak 2025, pihak berwenang telah mewajibkan aplikasi Max untuk dipasang pada semua perangkat baru yang dijual di negara tersebut. Pegawai sektor publik, guru, dan siswa diwajibkan untuk menggunakan platform tersebut.

Sejak 2022, aplikasi Meta lainnya seperti Instagram dan Facebook telah diblokir di Rusia dan hanya dapat diakses melalui jaringan pribadi virtual (VPN). (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE