Technology

Tuai Protes, OpenAI Revisi Kerja Sama AI dengan Militer AS

Wahyu Dwi Anggoro 03/03/2026 12:39 WIB

CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan bahwa pembuat ChatGPT tersebut merevisi perjanjian kerja sama.

Tuai Protes, OpenAI Revisi Kerja Sama AI dengan Militer AS. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - CEO OpenAI, Sam Altman, mengatakan bahwa pembuat ChatGPT tersebut merevisi perjanjian kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters pada Selasa (3/3/2026), kerja sama tersebut menuai banyak kecaman dari pengguna dan pelaku industri.

"Kami telah bekerja sama dengan Departemen Perang untuk menambahkan beberapa hal dalam perjanjian kami agar prinsip-prinsip kami menjadi sangat jelas," kata Altman dalam sebuah unggahan di X.

Altman mengatakan salah satu tambahan dalam perjanjian tersebut menegaskan bahwa layanan OpenAI tidak akan digunakan oleh badan intelijen Departemen Perang. 

"Layanan apa pun kepada badan intelijen tersebut akan memerlukan modifikasi lanjutan pada kontrak kami," katanya.

Minggu lalu, perusahaan kecerdasan buatan (AI) tersebut mengumumkan kesepakatan untuk menerapkan teknologi di jaringan rahasia Departemen Pertahanan.

Kesepakatan itu diumumkan setelah pesaing OpenAI, Anthropic, menolak memberikan akses tanpa batas ke teknologi AI-nya pada Departemen Pertahanan.

Jumlah pengguna ChatGPT anjlok tajam di AS sejak diumumkannya kerja sama ini. Banyak yang beralih ke chatbot Claude buatan Anthropic. (Wahyu Dwi Anggoro)

SHARE