Penyaluran kredit UMKM direalisasikan secara langsung sebesar Rp5,5 triliun, serta secara tidak langsung melalui kemitraan dengan fintech, multifinance, koperasi, dan modal ventura senilai Rp628,8 miliar.
CEO Bank Sampoerna Ali Yong menyampaikan bahwa ekosistem digital menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis.
Sepanjang kuartal II-2026, layanan Bank as a Service (BaaS) mencatatkan lebih dari 906 juta transaksi, melesat 513,39 persen dari kuartal sebelumnya sekitar 147 juta transaksi. Total nilai volume transaksi hingga akhir Juni 2026 melonjak 187 persen YoY menjadi Rp168,7 triliun.
Pemanfaatan BaaS terutama didorong oleh transaksi QRIS, virtual account, serta transfer dana host-to-host. Di samping itu, perseroan memperkuat penetrasi ritel melalui platform PDAja.com dan Sampoerna Mobile Banking (SMB).
“Melalui kerja sama strategis berbasis layanan BaaS dengan lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya, Bank Sampoerna tidak saja memperluas akses layanan perbankan hingga ke pelosok Tanah Air, tetapi juga memperkuat posisi permodalan perusahaan dan kemampuan untuk menyalurkan pembiayaan. Inovasi tiada henti serta keandalan infrastruktur dan sistem keamanan mendorong penetrasi layanan digital ini kepada pelaku UMKM dan masyarakat,” ujar Ali.
(NIA DEVIYANA)