AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

BI Luncurkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) Juni 2022

BANKING
Michelle Natalia
Jum'at, 03 Desember 2021 17:21 WIB
Bank Indonesia menargetkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) dapat diluncurkan pada awal Juni 2022.
BI Luncurkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) Juni 2022 (FOTO: MNC Media)
BI Luncurkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) Juni 2022 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia menargetkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) dapat diluncurkan pada awal Juni 2022.

Kepala Grup Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Retno Ponco Windarti menyampaikan bahwa BI akan meluncurkan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) tahap awal pada Juni 2022. 

"Implementasi SNAP merupakan salah satu tahapan penting dalam rangka mengakselerasi open API atau Application Programming Interface di area sistem pembayaran dan bakal dilakukan secara bertahap dengan prioritas awal untuk 16 pelaku industri yang terlibat dalam penyusunan program bersama BI," ungkap Retno secara virtual di Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Bagi jasa pembayaran yang tidak terlibat dalam penyusunan SNAP namun telah mengembangkan open API, pembayaran wajib implementasi SNAP di Desember 2022. Sementara itu, pengguna layanan dari sektor UMKM dan nirlaba diberikan kesempatan untuk integrasi paling lambat Juni 2025.

BI pun memberikan jaminan bahwa implementasi SNAP akan menjamin standar teknis dan keamanan, seperti isu kebocoran data, serangan siber, hingga perlindungan data pribadi. "Lewat SNAP BI melakukan standardisasi, maka aspek keamanan, aspek standarisasi data, spesifikasi teknis, dan tata kelolanya distandar," tambah Retno.

Sebagai catatan tambahan, BI tidak mewajibkan setiap pelaku industri perbankan, financial technology (fintech) dan e-commerce untuk terhubung ke dalam SNAP. Retno mengatakan bahwa tujuan peluncuran SNAP adalah untuk menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif. 

"Sehingga mampu menyediakan layanan sistem pembayaran yang efisien, aman dan andal. Antara bank dengan fintech, fintech dengan e-commerce, bank dengan e-commerce, itu semua diserahkan ke masing-masing untuk membuka diri," tutup Retno. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD