Menurut Putrama, keterlibatan berbagai sektor dalam gelaran tersebut memperlihatkan bagaimana layanan finansial dapat dipertemukan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, serta berbagai aktivitas sehari-hari dalam satu ruang kolaborasi.
Capaian tersebut juga sejalan dengan pandangan Chief Executive Officer BPI Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengenai peran BNI yang semakin luas dalam melayani masyarakat dan mendukung perekonomian.
Menurut Rosan, keberhasilan sebuah bank tidak semata-mata tercermin dari indikator finansial, tetapi juga dari sejauh mana transformasi yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Selama 8 dekade, BNI berperan menjembatani seluruh kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah. Tetapi saya melihat keberhasilan sebuah bank tidak hanya terhenti pada angka laba, angka aset, kredit, dan yang lain-lainnya. Kehadiran wondr by BNI dan penguatan layanan digital BNI menunjukkan bagaimana transformasi perbankan harus berangkat dari kebutuhan manusia, bukan dari sisi kepentingan BNI saja," kata Rosan.
Rosan juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan BNI wondrX 2026 dan berharap BNI dapat terus memperkuat perannya bagi masyarakat dan perekonomian nasional.