"Kita siapkan tahun ini Rp25 triliun ini bersumber dari saldo ratas BRI sebesar Rp19,7 triliun,” kata dia.
Menurutnya, jumlah persediaan uang kartal tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh perubahan pola perilaku masyarakat yang semakin masif beralih ke transaksi nontunai.
Penurunan penyediaan kas fisik merupakan bagian dari strategi efisiensi perseroan. Pertumbuhan signifikan pada layanan digital seperti BRImo dan QRIS menjadi faktor utama yang mengurangi peredaran uang tunai.
"Kita akan lihat di tahun-tahun berikutnya apakah nanti akan naik atau turun. Tapi sekarang trennya sedang turun karena memang tren belanja dengan QRIS dan penggunaan di BRImo itu lumayan tinggi," kata dia.