sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BTN (BBTN) Raup Kredit Rp421,6 Triliun hingga Juli 2026

Banking editor Kunthi Fahmar Sandy
26/08/2026 14:14 WIB
BTN mencatat total kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp421,66 triliun atau meningkat 11,88 persen (year on year) dari Rp376,89 triliun pada Juli 2025.
BTN (BBTN) Raup Kredit Rp421,6 Triliun hingga Juli 2026 (FOTO:Dok BTN)
BTN (BBTN) Raup Kredit Rp421,6 Triliun hingga Juli 2026 (FOTO:Dok BTN)

IDXChannel - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat total kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp421,66 triliun atau meningkat 11,88 persen (year on year) dari Rp376,89 triliun pada Juli 2025.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi BTN mencapai Rp455,27 triliun, meningkat sekitar 13,58 persen yoy dibandingkan Rp400,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp167,85 triliun, tabungan Rp45,95 triliun, dan deposito Rp241,47 triliun.

"Pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan merupakan hasil transformasi yang secara konsisten dibangun Perseroan selama lebih dari satu dekade," ujarnya Rabu (26/8/2026).

Dia melanjutkan, transformasi tersebut membawa BTN dari penguatan posisi sebagai housing specialist menuju fase Beyond Mortgage, dengan membangun ekosistem layanan keuangan yang semakin terintegrasi bagi keluarga Indonesia.

Menurut Nixon, penguatan fundamental bisnis tersebut juga memberikan ruang bagi BTN untuk memperbesar manfaat yang dihadirkan kepada masyarakat. Bagi BTN, pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial merupakan bagian yang saling melengkapi dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Bagi BTN, pertumbuhan bukan hanya tentang bagaimana kami memperkuat bisnis, tetapi juga bagaimana kehadiran BTN dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Semakin kuat BTN bertumbuh, semakin besar pula manfaat yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat, terutama dalam ekosistem perumahan yang menjadi DNA BTN,” ujar Nixon.

Adapun laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,51 triliun, meningkat 39,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp1,80 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan laba tersebut ditopang penguatan kinerja intermediasi dan perbaikan pendapatan bunga bersih," katanya. Berdasarkan laporan keuangan bulanan konsolidasi BTN, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mencapai Rp9,70 triliun hingga Juli 2026, tumbuh 5,23 persen yoy dari Rp9,21 triliun.

Adapun beban bunga turun 12,08 persen yoy menjadi Rp9,45 triliun dibandingkan Rp10,75 triliun pada Juli 2025. Perbaikan tersebut turut mendorong laba operasional konsolidasi BTN mencapai Rp3,24 triliun, tumbuh 43,12 persen yoy dibandingkan Rp2,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami percaya membangun rumah berarti membangun kehidupan. Karena itu, pertumbuhan BTN harus memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat. Kami akan terus mendorong berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan, sejalan dengan peran BTN dalam membangun ekosistem perumahan nasional,” tutur Nixon.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement