sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

CIMB Niaga (BNGA) Raup Laba Bersih Rp3,44 Triliun di Semester I-2026

Banking editor Rahmat Fiansyah
17/08/2026 14:00 WIB
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat kinerja yang stabil pada enam bulan pertama tahun ini dengan membukukan laba bersih Rp3,44 triliun.
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat kinerja yang stabil pada enam bulan pertama tahun ini dengan membukukan laba bersih Rp3,44 triliun. (Foto: Ist)
PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat kinerja yang stabil pada enam bulan pertama tahun ini dengan membukukan laba bersih Rp3,44 triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat kinerja yang stabil pada enam bulan pertama tahun ini. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,44 triliun di semester I-2026, melemah 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,45 triliun.

Presiden Direktur & CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan mengatakan, total kredit dan pembiayaan tumbuh 6,6 persen secara tahunan menjadi Rp247,2 triliun, sedangkan current account and savings account (CASA) meningkat 6,9 persen menjadi Rp193,1 triliun.

“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit dan pembiayaan sertadana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin," ujar Lani dalam keterangan tertulis dikutip Senin (17/6/2026).

Lani menjelaskan, pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing tumbuh 6,8 persen dan 6,5 persen. Selain itu, peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga turut membantu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih sehingga mendukung pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan.

Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari perbaikan gross non performing loan (NPL) menjadi 1,83 persen. Pada periode yang sama, CIMB Niaga juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku.

"Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis kami, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," katanya.

Dengan fondasi yang kuat tersebut, CIMB Niaga akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama. CIMB Niaga akan terus mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah (CASA), mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mempererat hubungan dengan nasabah melalui layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital.

"Sejalan dengan purpose (tujuan) kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat,” tuturnya.

CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,5 persen dan 90,4 persen.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp 382,0 triliun (+6,7 persen) per 30 Juni 2026, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp269,3 triliun (+2,8 persen), dengan rasio CASA naik menjadi 71,7 persen.

"Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman dengan ekosistem perbankan digital bank," katanya.

Pada semester I-2026, jumlah kredit dan pembiayaan naik 6,6 persen, didorong oleh kinerja yang baik dari beberapa segmen utama. Perbankan Korporasi mencapai pertumbuhan tertinggi (13,8 persen), sementara perbankan komersial (4,6 persen), Usaha Kecil Menengah (UKM) (2,9 persen) dan perbankan konsumer (0,1 persen) mengalami pertumbuhan yang stabil. Kenaikan di kredit atau pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang meningkat sebesar 4,7 persen

Di segmen syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp54,0 triliun dan DPK sebesar Rp50,9 triliun per 30 Juni 2026. Pembiayaan didukung oleh momentum pertumbuhan yang berkelanjutan pada segmen ritel, sementara CIMB Niaga Syariah terus memperkuat struktur pendanaannya melalui perluasan jaringan komunitas dan peningkatan kontribusi dana murah.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement