Menurutnya, Wealth Prestige Pro berkaitan dengan dua kebutuhan terakhir, yakni proteksi dan transfer aset atau legacy.
Berbeda dari produk sebelumnya yang menggunakan rupiah, Wealth Prestige Pro hadir dalam denominasi USD. BCA menjelaskan bahwa salah satu pertimbangannya adalah kebutuhan nasabah premium terhadap diversifikasi aset, termasuk diversifikasi dalam mata uang.
"Untuk segmen premium, nasabah membutuhkan diversifikasi aset bukan hanya di satu mata uang, tapi di mata uang yang lain. Makanya produk ini dalam denominasi USD," kata Haryanto.
Penggunaan denominasi USD juga dibahas dalam konteks kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Perubahan ekonomi global yang cepat membuat perencanaan keuangan jangka panjang menjadi semakin kompleks.
Dengan demikian, penggunaan USD dalam Wealth Prestige Pro diposisikan sebagai bagian dari upaya memberikan pilihan perlindungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan finansial nasabah premium yang memiliki portofolio kekayaan yang lebih beragam.
(Birru Aisyah)